Jakarta (ANTARA News) - Organisasi Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan memberangkatkan 10 relawan medis ke Suriah pada Jumat (15/2) untuk membantu penanganan pengungsi korban konflik di negara itu.

Vice President Partnership ACT, Ibnu Khajar, mengatakan, 10 relawan medis tersebut berasal dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), salah satu komunitas relawan ACT.

"Ini merupakan aksi kemanusiaan yang ketiga kali kami lakukan untuk masyarakat Suriah," katanya saat dihubungi dari Jakarta, Selasa.

Menurut Ibnu, kesepuluh relawan medis tersebut akan diberangkatkan menuju tenda pengungsian Zaatari di perbatasan Jordania untuk memberikan bantuan medis selama satu bulan.

"Di lapangan kami akan bekerjasama dengan NGO lokal atau organisasi lokal non-pemerintah untuk memastikan proses kegiatan di sana bisa tepat sasaran dan tidak memicu kecurigaan terhadap pengungsi perang Suriah, mengingat kondisi keamanan masih sangat tidak stabil, dengan penjagaan sangat ketat," kata dia.

Dia menjelaskan pula bahwa Kementerian Sosial Republik Indonesia telah membentuk tim untuk memberikan bantuan ke Suriah.

Tim bernama Indonesia For Humanity itu terdiri atas berbagai lembaga termasuk Dompet Dhuafa, PKPU, BSMI, MER-C, Rumah Zakat.

"Relawan ACT akan berangkat lebih dulu, karena tim Kemensos butuh persiapan lebih lanjut. Relawan dari ACT ditunjuk sebagai koordinator karena berangkat lebih dulu, dan nanti tim Kemensos RI bisa bergabung bersama di lapangan bersama relawan ACT yang sudah lebih dulu hadir di Suriah," kata dia.

Sebelumnya ACT telah dua kali mengirimkan relawan yang tergabung dalam tim Global Humanity Response (GHR) ke Suriah. Mereka mengirimkan bantuan makanan, selimut dan obat-obatan bagi pengungsi Suriah di wilayah perbatasan Turki dan Yordania.

(T.R028)

Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2013