Jakarta (ANTARA) - Program Kerjasama Badan-Badan PBB yang berjudul Accelerating Sustainable Development Goals Investment in Indonesia (ASSIST) menyelenggarakan acara konsultasi donor dan pemangku kepentingan.

Kegiatan ini menampilkan pencapaian program tersebut kepada pejabat pemerintah, komunitas diplomatik, organisasi internasional, dan sektor swasta, serta menegaskan kembali komitmen PBB untuk mendukung tujuan pembangunan Indonesia sejalan dengan agenda global dan nasional.

Seperti tertulis dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu, program ASSIST di bawah koordinasi Valerie Julliand, Kepala Perwakilan PBB di Indonesia, merupakan kerjasama empat badan PBB, yaitu UNEP, UNICEF, UNIDO, dan dipimpin UNDP sebagai lead technical agency untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam memenuhi target Sustainable Development Goals atau Tujuan Pembangunan Brekelanjutan (TPB) dengan memanfaatkan berbagai instrumen pembiayaan inovatif untuk mengisi kesenjangan pendanaan TPB.

Ada tiga komponen utama Program ASSIST yang mencakup serangkaian instrumen pembiayaan, termasuk penerbitan obligasi tematik di tingkat nasional dan daerah; SDG-linked loans; dan Indonesia Impact Fund.

Hingga hari ini, ASSIST berhasil mendorong pemanfaatan lebih dari 1 miliar dolar AS untuk TPB Indonesia melalui aktivitasnya terkait instrumen utang dan modal swasta.

Valerie Julliand menyoroti keberhasilan program dan kontribusi pentingnya terhadap pencapaian SDGs, serta dampaknya terhadap masyarakat Indonesia.

“Selama dua tahun terakhir, untuk setiap 1 dolar yang dikeluarkan, program ini berhasil mengungkit 240 dolar untuk pembiayaan TPB," ujar Valerie.

Baca juga: Kemenkeu gunakan "blended finance" guna dorong transisi energi

Program ASSIST didukung oleh Joint SDG Fund dengan tujuan menciptakan produk-produk keuangan baru untuk mengatasi perubahan iklim dalam skala besar, melalui transisi Indonesia menuju energi rendah karbon, perlindungan lingkungan hidup, peningkatan kapasitas Usaha Kecil dan Menegah (UKM) yang dipimpin perempuan serta mendorong penciptaan usaha-usaha berorientasi dampak (impact-driven).

Lisa Kurbiel selaku Kepala Sekretariat Joint SDG Fund, mengeluarkan seruan agar seluruh pihak mengambil kesempatan ini guna memberikan dukungan lebih lanjut terutama dari semua Negara Anggota [PBB] dan mitra pembangunan.

"Lebih banyak dukungan untuk Joint SDG Fund akan memungkinkan peningkatan skala dan replikasi program-program yang berhasil - seperti yang dipresentasikan dalam pertemuan hari ini - yang sangat penting untuk mempercepat pencapaian TPB," ujar Lisa.

Pada tahun 2021, melalui bantuan Program ASSIST dalam mengembangkan Republic of Indonesia SDGs Government Securities Framework, Pemerintah Indonesia menerbitkan SDGs Bond yang pertama di Asia Tenggara.

"Kini SDG's Bond tersebut telah berhasil mencapai tahun ke-3 penerbitan dan mengumpulkan lebih dari 1 miliar dolar untuk membiayai proyek-proyek di sektor terkait kesehatan, pendidikan, dan teknologi informasi,” kata Direktur Surat Utang Negara Kementerian Keuangan Deni Ridwan kala merangkum capaian pemerintah.

Baca juga: Guru besar nilai komunikasi miliki peran sentral dalam capai SDG's

Disaksikan para donor dan pemangku kepentingan Program ASSIST, Indonesia SDG Bond Allocation and Impact Report diluncurkan bersama oleh United Nations Development Programme (UNDP) dan Kementerian Keuangan.

Sedangkan untuk memperkuat kapasitas UMKM, platform eLearning untuk UMKM diluncurkan oleh United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) bersama Kementerian Koperasi dan UKM.

Sementara itu, untuk menandai kemitraan program yang terus berkembang, dilakukan penandatanganan MoU antara UNDP dan PT. Terregra Asia Energy tentang rencana penerbitan obligasi hijau, serta penyerahan surat komitmen SDG-linked loan dari Bank Aladin dan Bank Jago kepada United Nations Environment Programme (UNEP).

Dalam kesempatan ini, United Nations Children's Fund (UNICEF) menyoroti kegiatan mereka bersama Baitul Mal Aceh.

Dalam sambutannya, Norimasa Shimomura, Kepala Perwakilan UNDP mengatakan jalan menuju pencapaian TPB Indonesia panjang dan berliku, namun pihaknya yakin bahwa bersama-sama kita dapat mencapai tujuan.

"Masa depan yang inklusif, berkelanjutan, dan adil akan segera menjadi kenyataan, selama kita mempertahankan momentum berharga yang telah kita hasilkan," tambah Norimasa.

Norimasa kemudian menyebutkan kolaborasi adalah yang terpenting, baik dari badan-badan PBB, pemerintah, sektor swasta, dan setiap pemangku kepentingan di Indonesia memainkan peran unik namun vital dalam pembangunan berkelanjutan.

Baca juga: Kewirausahaan berkelanjutan, solusi seimbangkan profit dan sosial

Pewarta: Maria Rosari Dwi Putri
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2023