Mudah-mudahan bencana ini segera tertangani dan anak-anak dapat kembali sekolah dan beraktivitas seperti sediakala
Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa memastikan layanan psikososial dan dapur umum optimal melayani kebutuhan pengungsi lahar dingin Gunung Semeru dan tanah longsor di Kabupaten Lumajang.

"Saya meninjau tenda Pos Layanan Dukungan Psikososial yang didirikan Dinas Sosial Jatim. Di sana terdapat puluhan anak yang mendapatkan bantuan trauma healing dan hiburan," kata Khofifah saat meninjau langsung posko pengungsi di Lumajang, Minggu, disampingi Bupati Lumajang Thoriqul Haq dan jajarannya.

Pada kesempatan tersebut ia juga memberikan 200 paket bantuan sosial berupa sembako serta bantuan spesifik bagi lansia dan ibu menyusui sebanyak 200 paket.

"Siapa namanya ini? Sudah kelas berapa? cita-citanya ingin jadi apa?," tanya Khofifah kepada beberapa anak.

Sejumlah anak pun menjawab pertanyaan Khofifah dengan beragam jawaban dan penuh semangat. Ada yang ingin menjadi TNI, polisi, dan juga pemadam kebakaran.

"Luar biasa, kalian harus rajin belajar. Mudah-mudahan cita-citanya diijabah Allah Subhanahu Wa Ta'ala, orang tuanya sehat, banyak rejeki, dan bisa mengantar sekolah setinggi tingginya, dan semua sehat," ucap Khofifah. 

Baca juga: Gubernur Jatim siapkan santunan untuk korban longsor Lumajang

Suasana pun kian bersemangat kala Gubernur Khofifah membagikan sejumlah mainan dan peralatan sekolah.

"Mudah-mudahan bencana ini segera tertangani dan anak-anak dapat kembali sekolah dan beraktivitas seperti sediakala," ujarnya.

Untuk memastikan ketersediaan dan kelayakan makanan bagi pengungsi, Khofifah juga meninjau dapur umum yang didirikan Dinsos Jatim dan berdialog dengan petugas terkait stok logistik dan proses pengolahan makanan.

Para petugas mengatakan dalam sehari disiapkan sebanyak 3.000 bungkus makanan untuk 3 kali makan para pengungsi.

Baca juga: Banjir lahar dingin Semeru terjang sejumlah jembatan di Lumajang

Khofifah juga menyampaikan duka cita atas korban meninggal dunia akibat longsor di Lumajang dan memberikan santunan Rp30 juta kepada ahli waris. Para korban tersebut merupakan satu keluarga atas nama Galih Adi Perkasa (23), Candra Agustina (20), dan Galang Naendra Putra (4 bulan).

Ia mengimbau agar masyarakat tidak perlu kuatir dan panik karena semua kebutuhan para pengungsi telah disiapkan. "Saya imbau agar tenang dan tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Saat ini utamakan keselamatan, dan ikuti instruksi dari pihak petugas agar aman dan selamat," katanya.

Berdasarkan data BPBD Jatim pada 9 Juli 2023, akibat bencana banjir lahar dingin Gunung Semeru dan longsor di Lumajang 1.038 warga mengungsi di 18 titik pengungsian.

Pemprov Jatim  juga telah menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) bidang kesehatan, Tagana, serta berbagai bantuan logistik dan obat-obatan ke lokasi bencana. Selain itu, juga berkoordinasi dengan PLN untuk percepatan pemulihan jaringan listrik.

Baca juga: BPBD Lumajang evakuasi tiga korban meninggal tanah longsor
Baca juga: BNPB: Tiga warga meninggal akibat longsor di Lumajang dini hari


Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2023