Caracas (ANTARA News) - Presiden sementara Venezuela Nicolas Maduro, Kamis, menuduh oposisi berencana untuk menyabotase jaringan listrik nasional yang akan mengakibatkan pemadaman menjelang pemilihan umum 14 April untuk mencari pengganti Hugo Chavez.

Maduro, yang menghadapi pemimpin oposisi Henrique Capriles dalam kampanye yang makin hari makin pahit, mengatakan akan mendesak angkatan bersenjata dan rakyat Venezuela "untuk turun ke jalan" jika listrik negara itu dipadamkan.

"Saya ingin mengingatkan seluruh bangsa tentang hal ini. Mereka mengorganisir pemadaman litrik umum, orang-orang yang tidak bertanggung jawab di sisi kanan," kata pengganti yang ditunjuk langsung oleh Chavez itu dalam sebuah aksi di negara bagian tengah Cojedes.

Maduro mengatakan ia memecat pimpinan lokal perusahaan listrik nasional di negara bagian Aragua, Rabu malam, setelah listrik padam di kawasan buruh, meskipun tidak ada alasan teknis pemadaman listrik itu.

"Kami sedang menyelidiki dan semua pegawai pemerintah yang berencana melawan rakyat akan ditahan, " katanya, menambahkan bahwa pemadaman listrik dilaporkan terjadi di Caracas.

Sejumlah bagian dari Venezuela yang kaya minyak tetap mengalami pemadaman listrik rutin, permasalahan yang digunakan Capriles untuk mengkritik pemerintah sosialis yang dipimpin Chavez selama 14 tahun sampai kematiannya pada tanggal 5 Maret lalu.

Maduro bersumpah untuk mengungkapkan sebuah rencana pada akhir April untuk merombak kondisi jaringan listrik negara itu, yang mengalami kerusakan utama tiga tahun lalu.

AFP melaporkan, pemimpin sementara itu mengatakan plot untuk menyebabkan pemadaman listrik merupakan bagian dari "perang ekonomi" dari kelompok "borjuis" terhadap pemerintahnya.

"Sekarang Yang Tak Terduga (capricious)," kata Maduro, mengacu pada Capriles, "mengumumkan pemadaman ... Mereka merencanakannya."

(SYS/G003/H-AK)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2013