Istanbul (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri AS John Kerry yang sedang mengunjungi Istanbul, Turki, mendesak pemimpin negeri itu agar secepatnya memulihkan hubungan diplomatik penuh dengan Israel.

Setelah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu, Kerry mengatakan Washington memandang kedua negara sebagai jangkar kestabilan di Timur Tengah.

Kerry menyeru kedua sekutu penting AS itu untuk mengirim kembali duta besar mereka sesegera mungkin dan menyatakan kerjasama kedua negara bakal membantu menanggulangi tantangan yang dihadapi Timur Tengah.

"Kami ingin melihat hubungan itu, yang penting buat wilayah Timur Tengah, bagi proses perdamaian Palestina-Israel," kata Kerry sebagaimana dikutip Xinhua.

Ia menambahkan Turki dapat menjadi penyumbang utama pembangunan masa depan Tepi Barat Sungai Jordan dan Jalur Gaza.

Presiden AS Barack Obama menengahi rujuk Turki dan Israel selama perjalanannya ke wilayah tersebut Maret lalu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan permintaan maaf kepada Turki setelah kunjungan Obama atas serangan 2010 terhadap armada kapal bantuan tujuan Jalur Gaza yang menewaskan delapan warganegara Turki dan satu orang Turki-Amerika.

Mengenai masalah itu, Davutoglu menuntut ganti rugi korban tewas armada bantuan tersebut dan pencabutan embargo terhadap Jalur Gaza.

"Semua korban dalam peristiwa ini harus diberi ganti rugi ...Satu pelanggaran dilakukan dan itu harus dimintai pertanggungjawaban," kata Davutoglu memberi syarat bagi normalisasi hubungan dengan Israel.

Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2013