Gresik (ANTARA News) - Kapal penumpang dari Kabupaten Gresik menuju Pulau Bawean, Jawa Timur, terganggu akibat gelombang tinggi mencapai 3 meter yang melanda Laut Jawa.

Kepala Seksi Kepelabuhanan Adpel Gresik Nanang Afandi, Rabu mengatakan, tinggi gelombang di Laut Jawa terpantau tidak stabil, yakni mencapai 2 hingga 2,5 meter, dan beberapa kali mencapai 3 meter.

"Bila gelombang mencapai 3 meter memang ada larangan untuk kapal penumpang berlayar, baik dari Pulau Bawean atau sebaliknya. Namun, untuk kapal barang tetap diperbolehkan meski gelombang mencapai 3 meter, sebab bahan kapal terbuat dari besi bukan fiber, sehingga aman bila terjadi gelombang tinggi," tuturnya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta khususnya kepada kapal penumpang untuk tetap waspada terhadap gelombang tinggi yang terjadi sewaktu-waktu di Laut Jawa.

"Hari ini masih bisa berlayar, sebab gelombang terpantau mencapai 2 meter, dan kapal yang berangkat dari Pulau Bawean tadi pukul 09.00 WIB, sudah tiba di Pelabuhan Gresik pukul 13.30 WIB siang ini," ucapnya.

Sebelumnya, Nanang mengaku, Adpel Gresik mengeluarkan larangan berlayar bagi kapal penumpang pada Senin (29/4) hingga Selasa (30/4), akibat gelombang tinggi yang mencapai 3 meter.

Akibat larangan itu, pasokan sembilan bahan pokok ke Pulau Bawean sempat terhambat karena cuaca buruk yang melanda perairan.

Selain itu, sejumlah tokoh Jawa Timur yang ketika itu berada di Pulau Bawean tidak bisa kembali secara cepat akibat adanya gelombang tinggi.

"Memang berdasarkan informasi ada tokoh Jawa Timur yang tidak bisa kembali cepat dari Pulau Bawean akibat gelombang tinggi, salah satunya adalah Ketua Umum Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, KH Mutawakkil Alallah. Namun kini sudah kembali karena gelombang sudah normal," ujarnya.
(KR-ZIZ/C004)

Pewarta: Abd Aziz
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2013