Bandung (ANTARA News) - Tim Pelita Bandung Raya (PBR) memetik kemenangan kedua di awal putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2013 dengan mengalahkan Persiram Raja Ampat 2-1 (1-1) di Stadion Siliwangi Kota Bandung, Jumat.

Tuan rumah PBR sempat dikagetkan oleh gol Persiram menit ke-17 yang dicetak Frans Sauyal. Namun Gaston Castano dan Ridwan Sayedeh menjadi penyelamat sekaligus penentu kemenangan tim Bandung itu melalui golnya menit ke-29 dan 47.

Duet striker Bandung itu kembali menyumbangkan gol pada setiap laga mereka, sekaligus melanjutkan trend positif setelah mencetak gol pada laga sebelumnya ke gawang Persidafon pada laga pekan lalu.

"Hasil ini cukup melegakan, kami berhasil mempertahankan trend positif di laga kedua ini. Kemenangan ini diraih melalui laga cukup berat karena lapangan yang kurang mendukung," kata pelatih PBR Daniel Darko Janakovic.

Dengan kemenangan itu, tim berjuluk Si Anak Hilang itu untuk sementara merangsek naik ke peringkat 12 klasemen sementara LSI 2013 dengan nilai 21 hasil 19 kali bertanding.

Selain mampu membukukan nilai sempurna atau tiga, PBR juga membayar tuntas kekalahan tim 1-2 pada putaran pertama di Papua, Kemenangan PBR cukup strategis dan memberikan harapan karena diraih justru tanpa pemain inti seperti Eka Ramdhani, Nova Aryanto dan striker anyar Sekou Camara.

Sedangkan Persiram berlaga tanpa pilar Seme Patrick. Meski demikian tim asuhan Jaya Hartono itu bertanding "all out" sepanjang pertandingan. Tim itu gagal menahan imbang tuan rumah, setelah kebobolan oleh gol kedua PBR menit ke-47 atau di awal babak kedua itu.

Meski sempat tertinggal, namun Gaston Castano dkk mampu bermain cukup efektif dan tenang sehingga bisa mengejar ketertinggalan, bahkan membalikkan skor menjadi kemenangan bagi tim Bandung.

"Kendati menang, namun masih ada kelemahan. Kurang fokus di menit-menit awal. Itu perlu diperbaiki," kata Daniel.

Ia menyebutkan, permainan timnya cukup maksimal, meski kondisi lapangan yang becek dan butuh cukup melelahkan bagi pemain. Daniel menyebutkan para pemainnya harus banyak membuang stamina akibat berlaga di kondisi lapangan yang kurang mendukung.

"Berharap nanti mendapatkan lapangan yang lebih mendukung," katanya.

Sementara itu, Pelatih Persiram Jaya Hartono mengakui timnya kurang beruntung pada pertandingan itu. Gol yang tercipta akibat masih adanya kesalahan mendasar dari timnya dan kurang disiplin melakukan pengawalan terhadap pemain lawan.

"Persiram hanya kurang beruntung, peluang banyak namun gagal membuahkan gol. Permainan sudah maksimal meski ada kesalahan sehingga berbuah gol," katanya.

Ia menyebutkan gol balasan Gaston Castano sebenarnya tidak perlu terjadi bila timnya fokus dan disiplin dalam melakukan pengawalan.

"Hasil ini jelas menjadi bahan evaluasi kami," kata Jaya Hartono menambahkan.
(S033/R010)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2013