Saya mengharapkan dengan sisa waktu tinggal 14 bulan untuk fokus pada indikator yang cakupannya masih jauh dari target dan perlu dukungan dari semua pihak
Kota Bandung (ANTARA) - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) meminta pemerintah daerah (pemda) untuk fokus melaksanakan program percepatan penurunan stunting guna mencapai target penurunan menjadi 14 persen pada tahun 2024

“Pemda untuk mengoptimalkan kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dari tingkat provinsi hingga desa, yang dimulai dari proses perencanaan hingga implementasi dan monitoring agar intervensi tepat sasaran,” kata Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK Satya Sananugraha di Bandung, Jawa Barat, Senin.

Pemerintah, lanjutnya, terus berupaya mempercepat penurunan stunting dengan meminta dukungan mulai dari Kementerian/Lembaga (K/L) terkait hingga pemda untuk mewujudkan target penurunan stunting di angka 14 persen pada 2024.

Baca juga: Menko PMK minta pemda optimalkan TPPS demi target penurunan stunting

“Saya mengharapkan dengan sisa waktu tinggal 14 bulan untuk fokus pada indikator yang cakupannya masih jauh dari target dan perlu dukungan dari semua pihak,” ujarnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Satya mengatakan Kemenko PMK telah melakukan evaluasi terpadu percepatan penurunan stunting di 14 provinsi dalam rangka memberikan dukungan penguatan kepada pemda.

“Kemenko PMK bersama 19 K/L terkait melakukan evaluasi secara terpadu dengan kriteria provinsi yang prevalensi stuntingnya masih sangat tinggi,” kata Satya.

Ia mengatakan dalam penanganan penurunan stunting di 14 provinsi tersebut mencakup 70 persen sasaran, atau sekitar 3,3 juta balita mampu dioptimalkan penangananya.

Baca juga: Kepala BKKBN: Perpres 72/2021 bantu pemda turunkan stunting signifikan

“Tanpa mengesampingkan provinsi lain dan diharapkan mempunyai daya ungkit yang besar dalam upaya percepatan penurunan stunting,” kata Satya.

Selain itu ia mengapresiasi kinerja jajaran Pemprov Jabar yang telah menurunkan angka stunting dari 24 persen pada 2021 menjadi 20 persen pada 2022 berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).

“Secara bersama telah melakukan penguatan, dukungan, dan afirmasi khusus secara konkrit dalam bentuk program dan kegiatan untuk melakukan akselerasi pencapaian target-target indikator dalam penurunan stunting di Jawa Barat,” katanya.

Baca juga: Kemenkes apresiasi penurunan stunting di Jawa Barat

Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2023