... Dinas Kesehatan Karimun, tidak punya alat pengukur pencemaran udara dan data... "
Karimun, Kepulauan Riau (ANTARA News) - Kabut asap makin tebal di Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat pagi. Sudah pada tahap membahayakan kesehatan manusia, ditambah jarak pandang cuma kurang dari 500 meter saja.

"Kualitas udara pagi ini makin buruk, di mana-mana tertutup kabut yang makin pekat dibandingkan kemarin," Edi, seorang pegawai di Tanjung Balai Karimun, Jumat.

Edi mengatakan telah memakai masker sejak pagi setelah melihat jalan-jalan kota memutih akibat kabut asap.

"Jarak pandang terganggu namun masih bisa berkendara di jalan raya. Kalau kita bernafas sangat sesak, dan mata perih," katanya.

Hal yang sama diungkapkan Martin, seorang karyawan swasta. Ia mengaku batuk-batuk dan bersin akibat asap kiriman akibat kebakaran hutan di Sumatera.

"Seharusnya pemerintah cepat tanggap dalam mengatasi dampak kabut asap, apalagi sudah berlangsung hampir sepekan," ucapnya.

Dia juga menyayangkan lambannya pemerintah daerah melalui satuan kerja perangkat daerah terkait mengambil langkah untuk mencegah maraknya penyakit infeksi saluran pernapasan atas.

Yang memprihatinkan, Sensissiana, Kepala Dinas Kesehatan Karimun, tidak punya alat pengukur pencemaran udara dan data.

"Ada alat khusus untuk mengukur kualitas udara, tapi kami tidak memilikinya. Yang punya alat itu adalah Badan Lingkungan, jadi tanyakan saja pada Kepala Badan Lingkungan Hidup Karimun," ucapnya.

Pewarta: Rusdianto Syafruddin
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2013