Palangka Raya (ANTARA) -
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melakukan penguatan terhadap upaya pencegahan radikalisme maupun terorisme di tengah masyarakat sehingga tidak mengganggu jalannya aktivitas bangsa dalam pembangunan.

Sekda Kalimantan Tengah Nuryakin di Palangka Raya, Rabu, mengatakan, saat ini masyarakat Indonesia termasuk provinsi setempat sudah semakin bangkit dengan ditandai pulihnya aktivitas kehidupan masyarakat, pelayanan publik meningkat, hingga semakin membaiknya kehidupan ekonomi masyarakat.
 
"Tetapi pada saat yang sama, bangsa Indonesia juga masih dihadapkan pada persoalan radikalisme dan terorisme yang masih mengganggu kebangkitan aktivitas sosial masyarakat," terangnya.
 
Nuryakin menyampaikan itu dalam kegiatan shalat subuh berjamaah sekaligus tausiah keagamaan berupa dialog interaktif dalam rangka pencegahan paparan radikal terorisme mengusung tema "Berjihad di Negeri Damai".
 
Menurutnya keterlibatan berbagai pihak dalam mencegah maupun menangani permasalahan radikalisme dan terorisme ini sangat diharapkan, guna semakin mempersempit ruang gerak radikalisme dan terorisme tersebut.
 
"Saya sangat mendukung keterlibatan seluruh elemen masyarakat termasuk para pendidik untuk bersama-sama menguatkan barisan dalam melawan paham-paham radikal yang dapat menghancurkan bangsa dan negara Indonesia," ucapnya.

Nuryakin berharap melalui kegiatan ini mampu membawa manfaat, dampak yang baik, serta menjadi harapan semua yaitu Kalimantan Tengah dengan Falsafah Huma Betang selalu terpelihara dalam situasi aman dan tertib.
 
Lebih lanjut dia mengatakan, sebagai warga negara Indonesia yang baik, maka memelihara dan mengamalkan ajaran agama maupun ideologi bangsa merupakan dua hal yang seyogyanya berjalan beriringan menuju jalan yang sama.
 
"Sebab bangsa ini dibangun atas dasar nilai-nilai luhur religius, sosial, dan nilai-nilai budaya yang berkembang dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," tegasnya.
 
Menurutnya apabila saat negara mengalami perang maka sangat mudah membedakan siapa kawan dan siapa lawan, sehingga medan jihadnya jelas yakni siapa yang harus dihadapi.
 
Namun dalam kondisi negara damai ini, maka pemerintah daerah memiliki medan jihad tersendiri sesuai dengan tugas dan kewenangannya, yaitu berupaya memerangi kemiskinan, kebodohan, kelaparan, berkoordinasi dengan aparat setempat untuk menjamin keamanan dan ketertiban umum agar semua dapat beraktivitas dengan nyaman tanpa ada gangguan atau rasa takut.
 
Sementara itu dalam kegiatan ini turut menghadirkan penceramah dari Jakarta, yakni Ustaz Muhammad Najih Arronadloni dan Ustaz Sofyan Tsauri. Mereka menyampaikan tentang permasalahan yang ada di Palestina dan sekitarnya, dan negara-negara Islam saat ini kurang bersatu.

"Kita harus bersyukur karena umat Islam di Indonesia mendapatkan kemudahan dalam beribadah. Indonesia adalah negara warisan para ulama, dengan kita merawat dan menjaga negara kita maka sama saja kita menjaga negara warisan ulama," terang Ustaz Muhammad Najih Arronadloni.
 
Dia menekankan, bela negara dan bela agama adalah dua hal yang tidak bisa terpisahkan. Jihad bukan hanya perang tetapi juga bekerja keras yang mendatangkan kebaikan.

Baca juga: Indonesia Re dan BNPT gelar edukasi pencegahan paham radikalisme

Baca juga: BNPT: Radikalisme-terorisme ancam keutuhan NKRI

Pewarta: Muhammad Arif Hidayat
Editor: Budi Suyanto
Copyright © ANTARA 2023