Jakarta (ANTARA News) - DPRD DKI Jakarta tidak keberatan apabila pemerintah daerah meminta anggaran subsidi TransJakarta dinaikkan menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak yang telah ditetapkan pemerintah mulai 22 Juni lalu.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana menyatakan pihaknya tidak keberatan anggaran subsidi untuk angkutan umum itu naik asalkan ada perhitungan yang jelas sebagai dasar kenaikan.

"Itu yang kami minta perhitungannya. Subsidi akan naik dan akan meningkatkan anggaran di APBD," katanya di Jakarta, Jumat.

Dia tidak menampik bahwa kenaikan harga BBM memberikan dampak pada kenaikan harga baik di sektor barang maupun jasa, secara langsung atau tidak.

"Ada usulan kenaikan tarif dari pak Gubernur, tapi di-pending atau tidak jadi. Makanya kami belum bahas masalah ini. Tetapi kalau tidak naik, dana dan tambahan dari APBD saya kira akan menyetujui," katanya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta menyatakan akan menaikkan harga tarif angkutan umum di Jakarta. Untuk bus kecil naik dari harga Rp2.500 menjadi Rp3.000. Tarif bus sedang dan bus besar reguler naik dari semula Rp2.000 menjadi Rp3.000.

Kenaikan tersebut berdasarkan hasil kalkulasi dari Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta, Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Kenaikan dihitung dari beberapa komponen baik langsung maupun tidak langsung.

(Dny)

Pewarta: Deny Yuliansari
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2013