New York (ANTARA) - Indeks-indeks utama Wall Street naik pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) di tengah investor cerna pernyataan yang beragam dari pejabat The Federal Reserve.

Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 83,51 poin atau 0,24 persen ke 35.416,98, indeks S&P 500 naik 4,46 poin atau 0,1 persen ke 4.554,89, dan Indeks Komposit Nasdaq menguat 40,73 poin atau 0,29 persen ke 14.281,76.

"Bahkan pelari maraton pun harus berhenti sejenak, mengambil napas dan minum air. Itu tidak berarti lomba sudah berakhir,” kata wakil presiden senior Wealthspire Advisors Oliver Pursche di New York.

Menurut Pursche, November menjadi bulan yang sangat kuat dan investor memiliki banyak alasan untuk optimistis menjelang akhir tahun.

Pelaku pasar kini mencermati pernyataan para pengambil kebijakan moneter menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bulan depan.

Gubernur Fed Christopher Waller mengatakan pada Selasa (28/11) bahwa ia semakin yakin bahwa tingkat suku bunga kebijakan bank sentral saat ini cukup restriktif dan bahkan mengisyaratkan kemungkinan penurunan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan jika inflasi terus turun mendekati target The Fed sebesar 2 persen.

Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee memuji kemajuan dalam upaya menurunkan inflasi pada kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak tahun 1950-an.

Di sisi lain, pernyataan dari Gubernur Fed Michelle Bowman menyarankan kenaikan suku bunga mungkin diperlukan untuk mengendalikan inflasi pada waktu yang tepat.

“Pesan yang beragam dari (Fed) cukup normal dan terjadi setiap kali The Fed mendekati akhir suatu siklus, karena beberapa anggota FOMC dan gubernur Fed tertentu akan merasa lebih kuat dibandingkan yang lain sehingga sudah waktunya untuk menghentikan (pengetatan)," ujar Pursche.

Pasar keuangan memperkirakan kemungkinan sebesar 98,9 persen bahwa FOMC akan membiarkan suku bunga Fed berada pada level 5,25 persen - 5,5 persen saat pertemuan bulan depan, menurut alat FedWatch CME.

Musim belanja liburan yang penting telah semakin meningkat, dengan data survei dari National Retail Federation menunjukkan konsumen berencana untuk membelanjakan sekitar 5 persen lebih banyak tahun ini.

Hal itu sesuai dengan data kepercayaan konsumen Conference Board yang dirilis Selasa (28/11) pagi yang mengejutkan karena membaiknya ekspektasi jangka pendek.

Pada minggu ini, Departemen Perdagangan akan merilis perkiraan kedua untuk Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal ketiga dan laporan Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) yang mencakup pendapatan, pengeluaran, dan yang terpenting yaitu inflasi.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup di zona positif, dengan saham-saham sektor diskresioner konsumen membukukan persentase kenaikan terbesar. Sedangkan saham-saham sektor kesehatan mengalami persentase kerugian terbesar.

Saham Boeing naik 1,4 persen setelah RBC Capital Markets meningkatkan peringkat sahamnya menjadi "outperform" dari "sector perform".

Saham perusahaan e-commerce China PDD Holdings yang terdaftar di AS melonjak 8,1 persen setelah perusahaan tersebut melampaui estimasi pendapatan. Saham Affirm Holdings melonjak 11,5 persen, memperpanjang peningkatan Cyber Monday-nya.

Saham pembuat chip Micron Technology turun 1,8 persen setelah perusahaan memperkirakan biaya operasional kuartal pertama lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 10,3 miliar saham dibandingkan dengan rata-rata 10,41 miliar saham untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Jumlah saham-saham yang naik melebih jumlah saham yang turun dengan rasio 1,24 : 1, sedangkan untuk Nasdaq rasionya 1,07 : 1.

S&P 500 mencatatkan 20 titik tertinggi baru dalam 52 minggu dan satu titik terendah baru, sementara Nasdaq mencatat 61 titik tertinggi baru dan 103 titik terendah baru


Sumber: Reuters

Penerjemah: Citro Atmoko
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2023