JK yakin pemilu Kamboja akan berlangsung aman

JK yakin pemilu Kamboja akan berlangsung aman

Jusuf Kalla di Pemilu Kamboja Chairman Centrist Asia Pacific Democrats International (CAPDI), Jusuf Kalla (kiri) bersama Presiden CAPDI asal Filipina, Jose De Venecia (kanan) disambut Ketua Partai berkuasa di Kamboja, Partai Rakyat Kamboja, Say Chhum (tengah) sebelum mengadakan pertemuan dalam rangka pemantau pemilihan umum di Phnom Penh, Kamboja, Sabtu (27/07). Jusuf Kalla di undang pemerintah Kamboja sebagai pemantau pemilihan umum yang akan berlangsung Minggu, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Centrist Asia Pasific Democrats International (CAPDI) yang merupakan organisasi yang beranggotakan partai politik Asia Pasific. (ANTARA FOTO/Dokumentasi JK)

Saya yakin pemilu Kamboja besok (minggu, 28/7) akan berlangsung damai,"
Jakarta (ANTARA News) - Ketua Centrist Asia Pasific Democrats International (CAPDI) M Jusuf Kalla memperkirakan pelaksanaan pemilu di Kamboja akan berlangsung aman dan damai.

"Saya yakin pemilu Kamboja besok (minggu, 28/7) akan berlangsung damai," kata Ketua CAPDI M Jusuf Kalla di Phnom Penh, Kamboja, Sabtu petang.

Jusuf Kalla berada di Phnom Penh, Kamboja, atas undangan pemerintah Kamboja sebagai pemantau pemilihan umum di negara tersebut yang akan berlangsung Minggu (28/7) besok.

Jusuf Kalla diundang oleh pemerintah Kamboja, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Centrist Asia Pasific Democrats International (CAPDI).

Lebih lanjut Jusuf Kalla menjelaskan keyakinan pemilu akan berlangsung aman setelah melihat kampanye terakhir kemarin dimana pelaksanaannya bersamaan semua partai pada tempat yang berdekatan dan bisa berlangsung aman.

Sebelumnya Jusuf Kalla bertemu dengan Wakil Ketua Partai Rakyat Kamboja (CPP) Say Chhum untuk mendengarkan penjelasan proses pemilu selama ini. CPP merupakan partai penguasa pimpinan PM Hun Sen.

Selain itu Jusuf Kalla juga bertemu dengan pimpinan oposisi/ ketua Partai Penyelamat Kamboja (CNRP) Sam Rainsy serta Ketum Funcinpec Royal, Norodom Arun Reasmey dan Komisi Pemilihan Umum Kamboja.

Dalam pertemuan dengan pimpinan oposisi Sam Rainsy mengeluhkan adanya intimidasi. Namun, tambah Jusuf Kalla dirinya tidak yakin hal itu terjadi.

"Mungkin saja ada intimidasi, tapi dengan banyaknya media, dan pemantau asing bagaimana itu (intimidasi) bisa terjadi ?," kata mantan wapres.

Sebanyak delapan partai politik ikut dalam pemilu Kamboja kali ini untuk memperebutkan 123 kursi di parlemen.

Di antara partai itu terdapat dua partai utama, yakni Partai Rakyat Kamboja (CPP) dan Partai Penyelamatan Nasional (CNRP).

Partai Rakyat Kamboja (CPP) dipimpin oleh Perdana Menteri Hun Sen dan kubu oposisi (CNRP) di pimpin oleh Sam Rainsy.

Sam Rainsy baru saja kembali ke Kamboja, setelah sebelumnya selama empat tahun tinggal di pengasingan, di Perancis untuk menghindari hukuman penjara 11 tahun atas tuduhan disinformasi dan perusakan properti publik.

Rainsy kembali ke Kamboja, setelah Raja Norodom Sihamoni memberikan pengampunan padanya atas permintaan Hun Sen.

Namun meski sudah bisa pulang ke Kamboja, Rainsy tidak bisa maju sebagai calon.

Sementara enam partai lainnya adalah Partai Funcinpec royalis yang dipimpin oleh Putri Norodom, Arun Rasmey, kemudian Liga untuk Demokrasi, Partai Kebangsaan Kamboja, Partai Republik Demokrat, Partai Anti-Kemiskinan Khmer, dan Partai Pembangunan Ekonomi Khmer.

Pemilu Kamboja akan diikuti sekitar 9,6 juta pemilih akan memberikan suara mereka di 19 ribu TPS. Sekitar 40 ribu pengamat nasional dan 291 pemantau internasional juga telah terdaftar ke komisi pemilihan umum Kamboja (NEC). 

(J004/R010)

Pewarta: Jaka S
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2013

PMI tambah gudang logistik hadapi COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar