Lampung Selatan (ANTARA) - Jumlah penumpang pejalan kaki yang akan melakukan penyeberangan dari pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, menuju Merak, Banten meningkat menjelang Tahun Baru 2024.

ANTARA melaporkan dari Pelabuhan Bakauheni, Sabtu pada pukul 12.00 WIB hingga 13.00 WIB, para penumpang pejalan kaki memadati loket pintu masuk dermaga.

Tidak hanya penumpang pejalan kaki, aktivitas kendaraan juga terpantau lancar, baik di area dermaga eksekutif maupun dermaga reguler.

Suasana kantong parkir di Pelabuhan Bakauheni pada Sabtu siang juga tampak seperti hari biasa.

Pintu masuk pelabuhan di area pengecekan kendaraan ramai lancar, dan tidak menunjukkan adanya antrean kendaraan.

Baca juga: H-1 Natal, ribuan penumpang pejalan kaki padati Pelabuhan Bakauheni

Baca juga: Penumpang pejalan kaki terus padati Pelabuhan Bakauheni pada H+2


General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni Rudi Sunarko di Bakauheni, mengatakan pihaknya telah mencatat jumlah penumpang pejalan kaki sebanyak 2.469 orang jumlah itu mengalami peningkatan dari hari sebelumnya yang hanya 2.253 orang.

Ia mengimbau kepada para pengguna jasa penyeberangan agar dapat membeli tiket Ferizy dari jauh hari.

"Jadi kami mengimbau untuk calon pemudik dari Sumatera ke Jawa yang akan menggunakan jasa penyeberangan ASDP untuk membeli tiket dari jauh hari," katanya.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah memberlakukan ketentuan baru pembelian tiket online kapal feri mulai 11 Desember 2023.

Ketentuan itu berlaku di Pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ketapang, dan Pelabuhan Gilimanuk.

Ketentuan baru tersebut adalah pemesanan tiket feri dapat dilakukan sampai dengan batas radius maksimal lima kilometer sebelum pelabuhan.

Ketentuan itu ditetapkan dalam Surat Dirjen Hubdat AP.406/1/5/DJPD/2023 perihal Penataan Layanan Pemesanan Tiket Elektronik di Sekitar Pelabuhan.

Baca juga: Arus balik di Pelabuhan Bakauheni pada H+4 Natal ramai lancar

Baca juga: ASDP: 14 ribu orang kunjungi Bakauheni Harbour City di libur Natal

Pewarta: Riadi Gunawan
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2023