5.261 mahasiswa Universitas Brawijaya tunggak SPP

5.261 mahasiswa Universitas Brawijaya tunggak SPP

Lima mahasiswa yang berniat untuk menjual ginjal melakukan aksi di depan kantor Rektorat, Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Selasa (20/8). Lima orang mahasiswa di kampus tersebut mengaku berniat menjual ginjalnya untuk melunasi biaya kuliah serta menentang pemberlakuakn SPP Progresif yang dinilai makin memberatkan mahasiswa. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

piutang yang ada di mahasiswa (data April 2013) mencapai Rp31 miliar..."
Malang (Antara) - Sebanyak 5.261 mahasiswa lama (tahun akademik 2012/2013 dan di bawahnya) Universitas Brawijaya Malang masih menunggak pembayaran Sumbangan Pengembangan Pendidikan (SPP).

Kepala Bagian Humas Universitas Brawijaya (UB) Malang Dra Susantinah Rahayu di Malang, Jumat, mengakui pihak kampus memberikan kelonggaran dengan memberikan penundaan pembayaran SPP tersebut, baik bagi mahasiswa Program S1, S2, S3, maupun spesialis.

"Akibat adanya ribuan mahasiswa yang masih diberikan penundaan pembayaran SPP tersebut, piutang yang ada di mahasiswa (data April 2013) mencapai Rp31 miliar," katanya.

Mahasiswa yang menunggak dan diberi kelonggaran dengan penundaan pembayaran SPP tersebut adalah mereka yang tidak mendapatkan subsidi (beasiswa).

Sedangkan mahasiswa yang mendapatkan beasiswa, baik dari program bidik misi maupun dari program lainnya mencapai 6.864 mahasiswa. Anggaran yang dikucurkan untuk berbagai program beasiswa tersebut mencapai Rp43 miliar.

Menurut Susantinah, yang akrab dipanggil Santi tersebut, program beasiswa tersebut diberikan pada semester tiga. Beasiswa yang diberikan pada ribuan mahasiswa selain bidik misi, merupakan hasil kerja sama dengan sejumlah instansi yang peduli dengan dunia pendidikan. 

Pewarta: Endang Sukarelawati
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Pemprov Jabar wacanakan gratis SPP SMA dan SMK Negeri

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar