Masalah pertanian adalah masalah hidup dan mati. Ada pangan maka negara dan bangsa bisa hidup
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyebut Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebagai panglima pangan berkat kerja yang cepat dan selalu turun ke lapangan untuk menyelesaikan berbagai masalah di sektor pertanian.

“Kita butuh banyak pemimpin yang lebih cepat bertindak seperti Pak Mentan. Rasanya dengan gaya kepemimpinan beliau seperti ini, kita perlu memberi gelar baru baginya. Saya rasa Pak Amran layak disebut sebagai Panglima Pangan,” kata Menhan Prabowo saat memberikan sambutan pada kegiatan Pembinaan Penyuluh Pertanian dan Petani serta Food Estate Partisipatif Provinsi Jawa Barat sebagaimana dikutip dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Menhan menuturkan bahwa Amran dibuktikan ketika dirinya menyelesaikan permasalahan pupuk bersubsidi. Mengetahui petani kesulitan mendapatkan pupuk, Mentan Amran sesegera mungkin mempermudah mekanisme penebusan pupuk bersubsidi dengan hanya cukup menggunakan KTP.

Tak hanya itu, Amran juga mengajukan penambahan anggaran pupuk bersubsidi yang langsung disetujui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan nilai Rp14 triliun.

“Apa yang ditunjukkan oleh Pak Amran adalah kepemimpinan luar biasa. Indonesia bisa hebat karena ada pemimpin yang menghargai rakyatnya. Kita butuh lebih banyak Amran junior,” ucapnya.

Baca juga: Menhan dan Mentan disambut 60 ribu petani dan peternak se-Jawa Barat

Baca juga: Mentan berikan pembinaan 5.000 penyuluh dan petani di Sumbawa


Lebih lanjut Prabowo menyampaikan bahwa kehadirannya sebagai Menteri Pertahanan di kegiatan pertanian karena dirinya memang memandang sektor ini sangat penting bagi ketahanan dan keamanan Indonesia.

“Masalah pertanian adalah masalah hidup dan mati. Ada pangan maka negara dan bangsa bisa hidup. Tidak ada pangan, tidak ada bangsa Indonesia,” tegasnya.

Dirinya pun memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para petani, peternak, dan penyuluh. Bahkan ia juga mengingatkan para tentara untuk menghargai mereka sebagai pahlawan pangan.

“TNI harus ingat tanpa petani tidak ada tentara. Kita bisa berperang karena didukung oleh petani. Petani yang menyediakan pangan bagi kita. Saya sangat hormat kepada petani dan peternak. Kalian adalah pahlawan karena menyediakan pangan bagi Indonesia,” tutur dia.

Pada sambutannya, Amran menyampaikan bahwa sejak dirinya menjabat sebagai Menteri Pertanian pada Oktober 2023, ia telah berkeliling ke seluruh Indonesia untuk mengetahui kendala yang dihadapi petani.

Dirinya pun mengharapkan tidak ada oknum-oknum tertentu yang akan memanfaatkan dan bahkan mempolitisasi para petani.

“Tidak boleh ada yang main-main dengan petani Indonesia. Kalau ada yang sampai mempermainkan, akan berhadapan dengan menterinya,” tegas Amran.

Baca juga: Mentan tanam jagung di Sumbawa untuk perkuat persediaan nasional

Baca juga: Mentan sebut rumah tangga usaha pertanian naik dalam 10 tahun terakhir


Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2024