...80 sampai 90 persen adalah teroris bawah-tanah Al-Qaida dan cabang mereka.
Washington (ANTARA News) - Presiden Suriah Bashar al-Assad, Rabu, bersikeras bahwa Suriah tidak dicengkeram oleh perang saudara melainkan telah diserang oleh puluhan ribu pejuang jihad asing yang bersekutu dengan Al-Qaida.

Dalam satu wawancara dengan jaringan AS Fox News, pemimpin Suriah itu mendesak Presiden AS Barack Obama tidak mengancam Suriah, tetapi agar "mendengarkan akal sehat rakyat Anda."

"Apa yang kita alami bukanlah perang saudara. Apa yang kami alami adalah perang. Ini adalah perang jenis baru," katanya, menuduh bahwa gerilyawan dari lebih dari 80 negara telah bergabung melawan pemerintahannya.

"Kita tahu bahwa kita memiliki puluhan ribu mujahid, tetapi kami berada di lapangan, kita hidup di negara ini," katanya, membantah laporan ahli yang mengesankan 30.000 dari sekitar 100.000 pemberontak adalah garis keras.

"Apa yang saya dapat beritahu Anda bahwa 80 - dan beberapa pihak mengatakan itu adalah 90 - tepatnya, kami tidak memiliki data yang jelas dan data yang tepat, 80 sampai 90 persen adalah teroris bawah-tanah Al-Qaida dan cabang mereka," kata dia seperti dikutip AFP.

Bashar mengakui bahwa pada awal pemberontakan ada pemberontak-pemberontak Suriah non-jihad, namun diduga sejak akhir 2012--karena dana dan pengaruh dari luar negeri--para pemberontak garis keras menjadi mayoritas.

Dia menambahkan bahwa "puluhan ribu orang Suriah" dan 15.000 tentara pemerintah telah dibunuh "terutama karena serangan teroris, pembunuhan-pembunuhan dan pembom bunuh diri."

Dia juga mengulangi penegasannya bahwa serangan gas sarin 21 Agustus yang membunuh ratusan warga sipil di pinggiran kota Damaskus telah dilakukan oleh para pemberontak, dan bukan oleh pasukan pemerintah.

Ibu kota-ibu kota Barat, sebagian besar negara Arab dan beberapa pengawas independen hak asasi manusia mengatakan ada bukti jelas bahwa serangan itu diluncurkan oleh pasukan pemerintah Suriah.
(H-AK)

Editor: Ella Syafputri
Copyright © ANTARA 2013