counter

Yovie Widianto tetap takkan terganti

Yovie Widianto tetap takkan terganti

Dokumen foto konser Yovie Widianto (kiri, bermain piano) bersama para sabahatnya di Kahitna, Mario Ginanjar, Heidi Yunus, Carlo Saba (kiri ke kanan). (ANTARA/Teresia May)

Capek tau, nyanyi dan nari. Kami nggak lip-sync, lho."
Jakarta (ANTARA News) - Jam menunjukkan lebih dari pukul 20:00 WIB ketika overture "Bila Kuingat" dimainkan.

Lagu yang dipopulerkan grup Lingua pada tahun 1990an itu dimainkan secara instrumental oleh sang maestro, Yovie Widianto, yang duduk memainkan piano.

Ribuan penonton yang memenuhi Jakarta Convention Center (JCC) pun riuh rendah ketika lagu lainnya, seperti "Kasih Putih" dan "Mendua" juga turut meramaikan pembukaan konser "Irreplaceable (Takkan Terganti)" Selasa malam (24/9) itu.

JCC memiliki arti tersendiri bagi komposer, produser, dan pianis Yovie Widianto. Pada 30 tahun lalu ia bermain di tempat yang sama dalam sebuah acara nasional.

Dalam kurun waktu 30 tahun berkarya pula ia masih bersama manager, teman-teman, dan bahkan beberapa kru yang sama. Malam itu ia tetap menuangkan cintanya pada musik.

"Saya pikir untuk keliling dunia bisa dengan musik," kata Yovie dari atas panggung.

Melalui musiknya, ia pun berkelana ke berbagai belahan dunia yang masing-masing memiliki nada berbeda yang kemudian diserapnya.

Kepada penonton pula Yovie, yang tampil rapi bersetelan hitam, memperdengarkan perbedaan nada pada beberapa tempat di dunia, antara lain Bandung, Hong Kong dan Jepang melalui pianonya.

Grup 5 Romeo terpilih menjadi penyanyi pertama yang membuka konser Yovie melalui lagu "Merindu Lagu".

Para penyanyi yang membawakan lagu-lagu karya Yovie Widianto malam itu merupakan mereka yang kerap bekerja sama dengannya.

Kebanyakan penyanyi membawakan lagu ciptaan Yovie untuk penyanyi lainnya. Mario Ginanjar, salah seorang vokalis grup Kahitna, menyanyikan "Terlalu Cinta" yang dipopulerkan pertama kali oleh Rossa.

Kemudian, Marcell Siahaan membawakan "Satu Mimpiku" (The Groove), dan Kahitna yang menyanyikan lagu Yovie & Nuno, "Bunga Jiwaku".

Penonton terlihat terhenyak kagum oleh duet Andien-Raisa dalam "Dia Milikku". Suara khas Andien bertemu lembutnya suara Raisa membuat lagu Yovie & Nuno tersebut terasa berbeda.

Penonton pun tidak tahan untuk tidak bernyanyi bersama dengan lagu-lagu Yovie Widianto yang tidak asing asing lagi.

Bahkan, Nino yang vokalis grup RAN berpendapat bahwa lagu ciptaan Yovie merupakan lagu tema cinta.   "Setiap jatuh cinta, patah hati, pasti ada Yovie," kata Nino, usai tampil bersama RAN dan Hedi Yunus membawakan "Andai Dia Tahu".

Rio Febrian pun turut tampil dalam konser itu. Ia  membawakan lagu-lagu Yovi secara solo, seperti "Bukan Untukku" dan "Tunggu Dulu".

Dalam peringatan 30 tahun Yovie Widianto berkarya, maka tidak lepas dari grup Kahitna. Yovie dan Kahitna telah bersama selama 27 tahun.

Seperti penyanyi lainnya, Kahitna juga membawakan lagu karya Yovie yang dipopulerkan penyanyi lain, seperti "Bunga Jiwaku" dari Yovie & Nuno, yang dilengkapi koreografi penuh makna di panggung.

Penonton pun terhibur dengan aksi Hedi Yunus, Carlo Saba dan Mario Ginanjar yang menyanyi sambil menggerakkan badan.

"Capek tau, nyanyi dan nari. Kami nggak lip-sync, lho," celoteh Mario.

Tak hanya di lagu "Bunga Jiwaku", tarian Kahitna pun ada saat berlagu "Lajeungan". Bersama Hedi Yunus, Yovie pernah meraih juara di salah satu festival internasional ketika membawakan lagu itu.

"Kita lihat, apakah mereka masih bisa nari kayak dulu," canda Yovie. Tiga vokasis Kahitna itu pun kompak menari, mengikuti ketukan irama drum, di sepanjang lagu "Lajeungan".

"Kahitna sudah 27 tahun, semoga jadi inspirasi. Bukan saya yang pintar memimpin kalian, tapi kalian yang berikan cinta untuk saya," kata Yovie memuji para karibnya di Kahita.

Dalam memperlihatkan kelasnya sebagai musisi dunia, Yovie juga menggandeng musisi asing untuk tampil di konsernya, yakni Sharon Corr dan Rick Price.

Sharon Corr yang tampil solo membawakan beberapa lagu ala balada milik grupnya, The Corrs, "Radio" dan "So Young".

Corr juga memainkan biolanya dalam beberapa kesempatan. Corr pun sempat berduet dengan Andien membawakan "Together We Will Shine", lagu yang diciptakan Yovie untuk perhelatan pesta olahraga negara Asia Tenggara (SEA Games) beberapa waktu lalu.

Bila Corr berduet dengan Andien, kemudian giliran Kahitna muncul menemani penampilan Rick Price dalam  "Everybody Needs Somebody". Price hanya tampil dua kali dalam  konser itu. Yovie pun meminta Price untuk membawakan lagunya yang paling terkenal, "Heaven Knows".

Tiga jam dengan sekira 40 lagu secara penuh maupun medley pada malam itu kembali mengesahkan kepiawaian Yovie Widianto sebagai maestro lintas tiga dasawarsa. Walau, bagi penonton di sisi kanan panggung akbar Yovie beberapa kali mendengar tata suara yang "pecah".

Oleh Natisha Andarningtyas
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar