permintaan elpiji 3 kg diperkirakan turun saat Ramadhan dan Idul Fitri, karena aktivitas memasak di siang hari tidak tinggi dan banyak mahasiswa mudik
Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Yogyakarta memastikan stok bahan kebutuhan pokok di wilayah ini cukup dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri 1445 H.

"Hasil pantauan dari stoknya mencukupi dan ada," kata Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo dalam keterangan resminya di Yogyakarta, Sabtu.

Selain memastikan ketersediaan bahan pokok, Pemkot Yogyakarta juga menjamin stok elpiji 3 kilogram (kg) aman.

Berdasarkan hasil pemantauan di tingkat agen, menurutnya, permintaan elpiji 3 kg diperkirakan menurun saat Ramadhan dan Idul Fitri, karena aktivitas memasak di siang hari tidak tinggi dan banyaknya mahasiswa yang mudik.

Apabila permintaan meningkat, kata dia, agen akan langsung berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan bersama Pertamina sehingga bisa terpenuhi dalam sehari.

Baca juga: Pemprov Yogyakarta-Tokopedia dan Tiktok latih UMKM adopsi e-commerce

Baca juga: KPPU DIY ingatkan pedagang beras tidak ambil untung berlebihan


Di Kota Yogyakarta tercatat sebanyak 960 pangkalan dan 14 agen elpiji di Kota Yogyakarta dengan kuota dalam setahun kurang lebih 22.300 metrik ton atau setara dengan pengisian ulang 7,4 juta tabung elpiji 3 kg.

Pemantauan kedua dilakukan di gudang atau depo PT Indomarco Prismatama, Kotagede, Yogyakarta untuk komoditas beras, minyak goreng dan kebutuhan untuk Idul Fitri seperti sirup dan biskuit.

Singgih menuturkan pemantauan di tingkat gudang toko ritel itu untuk memastikan ketersediaan pangan mencukupi selama Ramadhan dan Idul Fitri, terutama beras.

"Stoknya mencukupi. Baik itu dari sisi bahan kebutuhan selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri seperti gula, sirup, biskuit dan sebagainya stoknya sangat cukup. Di gudang Indomaret juga ada beras SPHP dijual dengan harga sesuai yang ditetapkan pemerintah. Ternyata beras SPHP diminati oleh masyarakat pelanggan Indomaret karena dalam satu hari droping bisa langsung habis,” jelas Singgih.

Pihaknya menyatakan dengan permintaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang diminati menjadi perhatian Pemkot Yogyakarta dan Bulog untuk bisa mendistribusikan lebih banyak lagi.

Selain memastikan ketersediaan di toko ritel maupun pasar tradisional, menurut Singgih, upaya pengendalian harga melalui pasar murah serta operasi pasar akan terus dilakukan agar masyarakat mendapatkan beras dengan harga wajar.

"Komoditas lainnya yang selalu dibutuhkan seperti telur, daging ayam juga akan dilakukan pemantauan. Kita juga kerja sama antardaerah dengan Blitar yang menjadi produsen telur. Akan kita jajaki," kata dia.

Baca juga: KRL Yogyakarta-Solo melayani 12,7 juta penumpang sejak awal beroperasi

Baca juga: Pemkot proyeksikan Yogyakarta jadi kota festival 

 

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2024