Dari 115 penumpang yang berangkat, sebagian sudah beralih ke maskapai Garuda, Citilink, dan Lion Air, dan kompensasi diberikan Rp300 ribu.
Banda Aceh (ANTARA) - Penerbangan pesawat Batik Air dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blang Bintang Aceh Besar, Aceh tujuan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat, pukul 07.00 WIB gagal berangkat karena terkendala teknis.

"Posisi pesawat sudah push back untuk proses take off, tapi ada kendala teknis, sehingga kembali lagi ke apron (tempat parkir pesawat)," kata Executive General Manager Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blang Bintang Darmadi, di Aceh Besar, Jumat.

Ia menjelaskan saat ini penumpang yang menggunakan penerbangan Batik Air tersebut masih menunggu pesawat pengganti dari Bandara Kualanamu, Sumatera Utara.

"Apabila pesawat pengganti tidak ada, maka penumpang akan diberangkatkan menggunakan Batik Air yang sore seharusnya menginap (RON) akan terbang kembali ke Cengkareng membawa penumpang ID6899 yang terkendala pagi ini," katanya lagi.

Menurut dia, pihak Lion Air tetap akan memberikan kompensasi kepada para penumpang atas kejadian gagal berangkat karena kendala teknis tersebut.

Ia menambahkan informasi sementara status pesawat grounded dan menunggu Informasi selanjutnya untuk penggantian pesawat.

"Dari 115 penumpang yang berangkat, sebagian sudah beralih ke maskapai Garuda, Citilink, dan Lion Air, dan kompensasi diberikan Rp300 ribu," katanya pula.

Kemudian sebagian penumpang sudah ada yang refund dan akan berangkat Sabtu (23/3) besok.

Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blang Bintang Aceh Besar memiliki dimensi landas pacu 3.000x45 meter dengan area parkir pesawat mampu menampung delapan pesawat.

Adapun untuk kapasitas terminal lebih kurang 1,5 juta penumpang per tahun dan lebih kurang 4 ribu penumpang per hari.
Baca juga: Pesawat Super Air Jet di Bandara Lombok gagal terbang ada kerusakan
Baca juga: Pesawat Super Air Jet Lombok-Jakarta gagal terbang di Bandara Lombok


Pewarta: M Ifdhal
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2024