Jakarta (ANTARA) - Berbagai berita humaniora menarik dari Jumat masih dapat dibaca kembali, seperti berita-berita tentang gempa Tuban, yaitu rusaknya infrastruktur dan rumah di Bawean Gresik akibat gempa itu.

Selain itu, ada juga informasi dari BMKG Tuban mengenai 78 kali gempa susulan, getaran gempa Tuban yang dirasakan di sejumlah daerah di Pulau Jawa, serta tak adanya korban jiwa dalam insiden tersebut menurut BNPB.

Ada juga berita tentang kenaikan volume sampah makanan selama puasa.

1.) Infrastruktur dan rumah di Bawean Gresik rusak akibat gempa Tuban

Infrastruktur dan sejumlah rumah di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, rusak akibat gempa bumi dengan magnitudo 6 yang berpusat di wilayah Tuban, Jawa Timur atau sekitar 40 km sebelah barat pulau tersebut, Jumat.

"Rumah saya retak beberapa saat setelah gempa," kata Halwiyati, warga Dusun Tanjung Anyar, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura, Bawean.

Adapun infrastruktur lain yang terdampak termasuk sebuah masjid lama, bank, sekolah, serta pertokoan. Di Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean seorang jamaah mengalami luka-luka dampak gempa setelah shalat Jumat.

2.) BMKG Tuban sebut terjadi 78 kali gempa susulan

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Tuban, Jawa Timur menyebut 78 gempa susulan pascagempa yang terjadi di 130 kilometer timur laut kabupaten setempat, Jumat.

Kepala BMKG Tuban Zem Irianto Padama menyebut ada sebanyak tiga kali gempa yang dirasakan oleh masyarakat dan mengakibatkan rusaknya rumah. Pertama gempa utama berkekuatan magnitudo 6.0 dan gempa susulan ke-6 yang berkekuatan magnitudo 5.3. Lalu, gempa susulan yang ke-22 dengan magnitudo 6.5.

Sementara itu, Pusdalops BPBD Kabupaten Tuban menyebutkan gempa mengakibatkan kerusakan sedang pada sejumlah rumah warga, serta Klenteng Kwan Sing Bio Tuban. Beberapa rumah sakit di Tuban juga melakukan protokol evakuasi.

3.) Gempa Tuban getarkan sejumlah daerah di Pulau Jawa hingga skala IV

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sejumlah daerah di Pulau Jawa mengalami getaran berkekuatan skala intensitas III-IV MMI akibat gempa bumi yang berpusat di wilayah Tuban, Jawa Timur, pada Jumat siang pukul 11.22 WIB.

Adapun dampak getaran dengan skala intensitas tersebut dirasakan oleh masyarakat di Bawean, Jepara, Kudus, Semarang, Blora, dan Pekalongan (Jawa Tengah). Selanjutnya Jawa Timur (Lamongan, Bojonegoro, Surabaya, Nganjuk, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Sidoarjo, Madiun, Pasuruan, Malang), D.I Yogyakarta.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Daryono di Jakarta, Jumat, mengatakan rentetan gempa bumi tektonik tersebut berjenis gempa dangkal yang terjadi diakibatkan oleh adanya aktivitas sesar aktif di laut Jawa. Meski hasil analisa menunjukkan gempa bumi tidak berpotensi tsunami, namun dia mengimbau warga untuk tidak mempercayai hoaks yang beredar.

4.) BNPB: Tak ada korban jiwa akibat gempa beruntun di Tuban Jatim

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menginformasikan tidak ada korban jiwa atas bencana gempa bumi beruntun yang berpusat di lepas pantai Tuban, Jawa Timur, Jumat siang.

Hanya saja, lanjut dia, berdasarkan laporan dari personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur dan Jawa Tengah menemukan gempa telah merusak bangunan rumah warga dan fasilitas umum di daerahnya.

“Hingga saat ini tim terus memonitor di lapangan dan melakukan pendataan dampak gempa untuk mempersiapkan penanganan lebih lanjut,” ujarnya.


5.) KLHK sebut terjadi peningkatan sampah sisa makanan selama puasa

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengatakan terdapat peningkatan sampah sisa makanan pada masa puasa, sehingga sosialisasi perlu terus dilakukan untuk menguranginya.

Direktur Penanganan Sampah KLHK Novrizal Tahar mengatakan, terjadi peningkatan volume sampah makanan sebesar 10 hingga 20 persen. Menurutnya, KLHK terus melakukan komunikasi publik untuk gerakan hidup minim sampah, secara khusus untuk mengurangi sampah sisa makanan, serta gerakan menghabiskan makanan atau makan tanpa sisa dan jika ada sisa makanan bisa dijadikan kompos.

Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) KLHK, total terdapat 19,4 juta ton timbulan sampah pada 2023. Dari jumlah tersebut 41,76 persen merupakan sampah sisa makanan, lebih besar dibandingkan sampah anorganik seperti sampah kertas 11,02 persen dan plastik 18,39 persen.

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2024