Roma (ANTARA News) - Harga pangan dunia mulai stabil setelah mengalami volatilitas ekstrem dalam waktu lama, kata badan pangan PBB, Rabu, ketika mempresentasikan data baru yang menunjukkan harga pangan hanya naik sedikit pada Oktober.

Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) yang berbasis di Roma mengatakan bahwa tren itu terkait dengan peningkatan pasokan dan pemulihan persediaan serealia global.

"Harga untuk komoditas pangan yang paling dasar telah menurun selama beberapa bulan lalu," kata David Hallam, direktur perdagangan dan pasar untuk FAO, sebagaimana dilaporkan AFP.

"Hal ini berkaitan dengan peningkatan produksi dan harapan bahwa dalam musim saat ini, kita akan memiliki persediaan lebih berlimpah, ketersediaan ekspor lebih banyak dan stok yang lebih tinggi," katanya.

FAO mengatakan peningkatan produksi serealia tahun ini terutama disebabkan oleh membaiknya panen jagung di Amerika Serikat dan rekor panen gandum di bekas Uni Soviet. Selain itu, produksi beras dunia akan tumbuh tetapi lebih moderat, kata FAO menambahkan.

FAO mengatakan Indeks Harga Pangan naik pada Oktober menjadi 205,8 poin -- naik 2,7 poin dari September -- terutama berkat kenaikan harga gula.

FAO memperkirakan produksi gula dunia hanya akan meningkat sedikit pada 2013 dan 2014 dan terutama di Brazil, produsen gula terbesar di dunia.

Sementara konsumsi gula dunia diperkirakan akan tumbuh sekitar 2,0 persen pada 2013-2014, demikian laporan AFP.

(A026)

Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2013