Timika (ANTARA) - Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah menyatakan bahwa mahasiswa asal daerah ini yang sedang melanjutkan studi di Jakarta selalu dalam pemantauan mitranya.

Wakil Direktur Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro Bidang Program dan Monev, Nur Ihfa Karopukaro di Timika, Rabu, mengatakan bahwa program pendidikan YPMAK di Jakarta merupakan beasiswa khusus yang ditangani oleh pihak ketiga sebagai mitra di Jakarta.

Baca juga: Pemkab Mimika-PT Freeport diminta perhatikan mahasiswa Papua

"Tidak benar kalau kita menelantarkan mahasiswa di sana, semua dalam pemantauan mitra kami di Jakarta, sehingga apa yang terjadi di sana selalu dilaporkan ke kami," katanya.

Nur menekankan bahwa adanya video yang beredar tentang 100 mahasiswa peserta beasiswa YPMAK di Jakarta yang ditelantarkan itu tidak benar.

"YPMAK memberikan anggaran bagi mitra, kemudian disalurkan langsung ke peserta beasiswa untuk dikelola sendiri," ujarnya.

Dia menjelaskan anggaran yang diberikan bagi peserta beasiswa sudah termasuk biaya hidup, akomodasi, transportasi, makan, dan lainnya.

"Keterangan dari mitra di Jakarta, peserta beasiswa YPMAK ada 14-20 orang, dan mereka memilih untuk tinggal bersama mahasiswa lain di asrama yang dikontak oleh Pemerintah Kabupaten Mimika," katanya.

Baca juga: Pemkab Mimika bentuk empat tim kunjungi mahasiswa di luar Papua

Baca juga: Mahasiswa yang belajar di luar Papua jangan terprovokasi isu eksodus


Dia menambahkan ketika pemerintah tidak melanjutkan kontrak rumah tersebut, para mahasiswa tersebut dikeluarkan dan mengontrak rumah lain.

"Kami selalu mengatur dengan sangat baik, jika ada permasalahan langsung segera ditindaklanjuti, kita selalu berusaha meningkatkan program sebagai kewajiban YPMAK," ujarnya.

Pewarta: Agustina Estevani Janggo
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2024