Baghdad (ANTARA News) - Empat-belas orang yang diculik Kamis oleh militan yang memakai seragam militer ditemukan tewas ditembak di sebuah kebun buah di sebelah utara Baghdad, kata beberapa pejabat keamanan.

Ke-14 orang itu, yang diculik dari rumah mereka di kota Mishahda yang berpenduduk mayoritas Sunni Arab, mengalami luka-luka tembakan di kepala dan dada, kata pejabat-pejabat yang tidak bersedia disebutkan namanya itu, lapor AFP.

Termasuk diantara mereka adalah lima orang dari satu keluarga yang sama.

Pembunuhan itu berlangsung di tengah meningkatnya gelombang kekerasan di Irak yang menyulut kekhawatiran negara itu akan kembali ke perang sektarian besar Sunni-Syiah yang menewaskan puluhan ribu orang pada 2006 dan 2007.

Tahun lalu merupakan masa paling mematikan di Irak sejak 2008 dimana hampir 9.000 orang tewas, menurut data PBB.

Kekerasan di Irak telah mencapai tingkatan yang belum pernah terlihat sejak 2008, ketika negara itu mulai bangkit dari konflik sektarian mematikan pada 2006-2007 yang merenggut puluhan ribu jiwa.

Insiden Kamis itu merupakan yang terakhir dari gelombang pemboman dan serangan bunuh diri di tengah krisis politik antara Perdana Menteri Nuri al-Maliki dan mitra-mitra pemerintahnya dan pawai protes selama beberapa pekan yang menuntut pengunduran dirinya.

Irak dilanda kemelut politik dan kekerasan yang menewaskan ribuan orang sejak pasukan AS menyelesaikan penarikan dari negara itu pada 18 Desember 2011, meninggalkan tanggung jawab keamanan kepada pasukan Irak.

Selain bermasalah dengan Kurdi, pemerintah Irak juga berselisih dengan kelompok Sunni.

Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki (Syiah) sejak Desember 2011 mengupayakan penangkapan Wakil Presiden Tareq al-Hashemi atas tuduhan terorisme dan berusaha memecat Deputi Perdana Menteri Saleh al-Mutlak. Keduanya adalah pemimpin Sunni.


Penerjemah: Memet Suratmadi

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2014