130 ribu orang se-Jabodetabek ramaikan aksi saat 'May Day'

130 ribu orang se-Jabodetabek ramaikan aksi saat 'May Day'

Ilustrasi - Buruh dalam aksi unjuk rasa memperingati Hari Buruh Internasional (May Day). (FOTO ANTARA/Ismar Patrizki)

120 ribu buruh se-Jabodetabek bersama 10 ribu guru honor akan melakukan aksi di Istana Negara dan Stadiun Utama Gelora Bung Karno Senayan Jakarta.
Jakarta (ANTARA News) - Sebanyak 130 ribu orang dari kawasan Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) akan turun ke jalan ibukota Jakarta, saat merayakan May day pada tanggal 1 Mei 2014.

"Dalam perayaan May day 2014, 120 ribu buruh se-Jabodetabek bersama 10 ribu guru honor akan melakukan aksi di Istana Negara dan Stadiun Utama Gelora Bung Karno Senayan Jakarta," kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, di Jakarta, Minggu.

Said mengatakan, aksi buruh di wilayah ibukota itu juga bakal diikuti oleh buruh lainnya dari 20 provinsi di Tanah Air.

Terkait dengan status kerja guru honor dan tenaga honorer, KSPI mendesak 1,6 juta orang guru honor dan tenaga honorer diangkat secara bertahap menjadi PNS.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga diminta memberikan subsidi Rp1juta per orang per bulan dari APBN untuk guru honor dan tenaga honorer.

Sebelumnya, KSPI bakal memperjuangkan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) untuk buruh hingga sebanyak 30 persen pada tahun 2015, saat aksi perayaan May Day pada 1 Mei 2014.

"Dalam perayaan May Day 1 Mei 2014 nanti, isu yang serius diperjuangkan oleh kaum buruh salah satu di antaranya adalah kenaikan upah minimum 2015 sebesar 30 persen," katanya.

Menurut Said, hal itu penting diperjuangkan karena pada tahun 2015 mulai diberlakukannya pasar tunggal ASEAN untuk negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Dalam mekanisme pasar tunggal ASEAN itu, ujar dia, negara wajib melindungi kesejahteraan kaum buruhnya di samping mengatur mekanisme pasar tunggal ASEAN agar industri nasional tidak terpuruk yang mengakibatkan terjadinya PHK massal.

(M040)

Pewarta: Muhammad Razi Rahman
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © ANTARA 2014

KSPI sambut baik rencana Jokowi revisi PP 78

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar