SCI dukung realisasi jalur KA Pelabuhan Tanjung Priok

SCI dukung realisasi jalur KA Pelabuhan Tanjung Priok

Rel KA Di Pelabuhan Tanjung Priok Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (18/6). (ANTARA FOTO/Pradita Utama)

Rencana PT Kereta Api Indonesia (KAI) merealisasikan pembangunan jalur kereta api Stasiun Pasoso menuju Pelabuhan Tanjung Priok perlu mendapatkan dukungan dari pihak-pihak terkait,"
Jakarta (ANTARA News) - Lembaga Supply Chain Indonesia (SCI) mendukung realisasi pembangunan jalur kereta api menuju Pelabuhan Tanjung Priok yang dinilai bakal lebih mengefisienkan dan meningkatkan kinerja logistik nasional.

"Rencana PT Kereta Api Indonesia (KAI) merealisasikan pembangunan jalur kereta api Stasiun Pasoso menuju Pelabuhan Tanjung Priok perlu mendapatkan dukungan dari pihak-pihak terkait," kata Ketua SCI Setijadi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Menurut Setijadi, realisasi jalur kereta pelabuhan tersebut akan meningkatan aksesibilitas Pelabuhan Tanjung Priok yang merupakan salah satu masalah utama yang berkepanjangan hingga saat ini.

Selain itu, ujar dia, realisasi jalur kereta pelabuhan tersebut akan berdampak positif antara lain akan melancarkan pengiriman barang dari berbagai kawasan, terutama kawasan di wilayah timur Pelabuhan Tanjung Priok.

Setijadi memaparkan, kelancaran pengiriman barang itu akan berdampak terhadap biaya logistik perusahaan, baik biaya transportasi maupun biaya persediaan karena perusahaan bisa mengurangi jumlah persediaan.

"Penurunan biaya logistik yang diperoleh akan cukup signifikan karena sekitar 60-65 persen volume barang Pelabuhan Tanjung Priok berasal dari wilayah timur pelabuhan, yaitu Bekasi, Karawang, Cikampek, dan sekitarnya," katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa wilayah timur tersebut mencakup 12 kawasan industri dengan lebih dari 3.000 perusahaan manufaktur.

Keuntungan lainnya, menurut dia, adalah keberadaan jalur kereta pelabuhan akan memindahkan sebagian pengiriman dari/ke pelabuhan yang selama ini menggunakan jalan raya, sehingga mengurangi kemacetan.

"Jika pada saat ini produktivitas armada Cikarang-Pelabuhan Tanjung Priok sangat rendah, yaitu kurang dari 1 trip/hari (14-20 trip/bulan), diharapkan dapat ditingkatkan menjadi rata-rata 2 trip/hari," ucapnya.

Dengan kelancaran arus barang tersebut, ujar dia, maka produktivitas pelabuhan akan meningkat dan "dwelling time" (waktu tunggu bongkar muat) akan turun.

Selain itu, akses kereta langsung ke Pelabuhan juga akan menghidupkan penggunaan Terminal Peti Kemas (TPK) Gede Bage Bandung, sehingga akan menurunkan biaya pengiriman barang ke/dari kawasan industri di wilayah Bandung dan sekitarnya.

"Secara nasional, persentase volume barang melalui Pelabuhan Tanjung Priok sangat tinggi atau sekitar 65 persen volume ekspor impor nasional, demikian pula dengan persentase volume barang yang dapat ditingkatkan
efisiensi biaya transportasinya dengan keberadaan jalur kereta pelabuhan, sehingga keberadaan jalur kereta pelabuhan ini akan berdampak signifikan terhadap efisiensi biaya logistik nasional," kata Setijadi.

(M040/S025)

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Penumpang tanpa SIKM tidak akan diberangkatkan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar