Lebih dari 250.000 pekerja Kamboja tinggalkan Thailand

Lebih dari 250.000 pekerja Kamboja tinggalkan Thailand

PM Kamboja Hun Sen. (FOTO ANTARA)

Phnom Penh (ANTARA News) - Lebih dari 250.000 pekerja migran Kamboja, sebagian besar tanpa dokumen, meninggalkan Thailand sejak awal bulan dalam ketakutan atas tindakan keras junta militer terhadap pekerja asing ilegal, kata Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, Kamis.

"Hingga saat ini, lebih dari 250.000 warga Kamboja yang menyeberangi perbatasan dari Thailand kembali ke Kamboja. Ini adalah pemulangan terbesar yang pernah kami temukan. Seperti banjir yang menyerang Kamboja," kata dia dalam peringatan Hari Anti Narkoba Internasional.

Namun, perdana menteri tidak menyalahkan junta Thailand atas kembalinya para pekerja migran Kamboja. Ia malah mengatakan bahwa kejadian tersebut merupakan kesempatan untuk membalik keadaan para pekerja dari status "ilegal" menjadi "legal" di masa mendatang.

Hun Sen mengetakan kepala angkatan bersenjata Thailand Jenderal Prayuth Chan-ocha, kepala Dewan Nasional Ketentraman dan Ketertiban (NCPO), mengirim surat pada 18 Juni kepadanya dan menjelaskan bahwa negeri gajah putih itu tidak punya niat untuk menggunakan kekuatan atau menerbitkan perintah apa pun untuk memulangkan pekerja asing dari negara itu, melainkan untuk mengumpulkan daftar nama-nama pekerja asing baik yang legal maupun ilegal di semua perusahaan di Thailand.

Eksodus besar-besaran pekerja migran Kamboja terjadi setelah isu awal bulan ini bahwa junta Thailand akan menangkap dan memulangkan para pekerja asing ilegal.

Selama eksodus besar-besaran pekerja Kamboja itu, Hun Sen mengatakan bahwa pemerintah Thailand telah menangkap 13 pekerja migran Kamboja, yang dituduh menggunakan dokumen kerja palsu dan bersiap untuk menyeret mereka ke pengadilan.

"Melalui Kedutaan Besar Thailand untuk Kamboja, saya ingin meminta Jend. Prayuth Chan-ocha, jika memungkinkan, untuk melepaskan semua tuduhan terhadap mereka," katanya, sambil menambahkan bahwa pekerja yang ditahan juga merupakan korban yang meminta untuk dibuatkan izin bekerja, tapi ada oknum yang menggunakan stempel palsu dalam dokumen kerja mereka.

Sementara itu, perdana menteri memuji pemerintah lokal atas upaya mereka untuk mengangkut para migran yang kembali dari perbatasan ke kampung halaman mereka di sejumlah provinsi dengan aman.

"Atas nama Pemerintah Kerajaan, saya ingin berterima kasih pada semua tingkat pihak berwenang atas usaha tak kenal lelah bagi mereka yang mengantar pulang para pekerja dari perbatasan ke provinsi asal mereka dan menyediakan makanan dan perawatan medis," katanya.

(Uu.A062)

Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Menperin lepas ekspor 33 garbarata ke Thailand

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar