Jakarta (ANTARA News) - Bursa Efek Jakarta (BEJ) memproyeksikan rata-rata nilai transaksi harian tahun 2007 sekitar Rp1,65 triliun, dengan jumlah hari bursa sebanyak 234 hari. "Proyeksi tersebut tertuang dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2007 BEJ. Dan asumsi RKAT itu berdasarkan pertumbuhan ekonomi, laju inflasi, kurs rupiah terhadap dolar, suku bunga SBI dan suku bung deposito tahun 2007," kata Direktur Utama BEJ, Erry Firmansyah, seusai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Erry di Jakarta, Jumat, mengatakan asumsi yang dijadikan acuan bagi penetapan RKAT 2007 BEJ adalah pertumbuhan ekonomi antara enam persen sampai tujuh persen, laju inflasi delapan persen, nilai tukar rupiah sebesar Rp9.300 per dolar AS, rata-rata suku bunga SBI sebesar sembilan persen dan suku bunga deposito sembilan persen. Menurut dia, jika asumsi tersebut bisa direalisasikan pada tahun 2007, BEJ menargetkan dapat memperoleh laba bersih sebesar Rp54,489 miliar atau naik 7,5 persen dibanding laba bersih tahun ini yang diperkirakan mencapai Rp50,67 miliar. Laba bersih, katanya, didorong oleh kenaikan pendapatan usaha BEJ sebesar 6,8 persen menjadi Rp167,6 miliar dibanding perkiraan pendapatan usaha BEJ tahun 2006 sebesar Rp157,07 miliar. Sementara itu, BEJ juga menargetkan jumlah emiten baru (IPO) yang akan mencatatkan sahamnya di bursa pada 2007, sebanyak 25 emiten. "Kami optimistik bisa mencapai target tersebut," kata Erry. Keyakinan tersebut didasarkan kondusifnya keadaan pasar modal Indonesia terlebih lagi dengan dihapuskannya "tax clearance". "Penghapusan `tax clearance` akan sangat positif bagi bertambahnya jumlah emiten baru. Apalagi pada tahun 2007 mudah-mudahan RUU Pajak bisa diselesaikan," tambahnya. (*)

Copyright © ANTARA 2006