counter

Reaksi Paus Fransiskus atas final Piala Dunia 2014

Reaksi Paus Fransiskus atas final Piala Dunia 2014

Paus Fransiskus. Sebelum diangkat menjadi pemimpin umat Katolik sedunia, Fransiskus yang bernama Kardinal Bergoglio itu mengantongi kartu anggota sebuah klub sepak bola di Argentina, San Lorenzo.

Diharapkan bahwa olah raga dapat mempromosikan dan menciptakan kebersamaan dalam kultur
Buenos Aires (ANTARA News) - Paus Fransiskus tidak menyaksikan tayangan laga final antara Argentina melawan Jerman di Piala Dunia 2014. Pemimpin umat Katolik sedunia itu juga meminta agar pertandingan yang digelar di Rio de Janeiro, Brasil tersebut kiranya dapat dipandang sebagai "hal yang netral saja".

Ketua rumah tangga Vatican itu, Guillermo Karcher mengatakan, Fransiskus memang cukup lama berkecimpung di dunia sepak bola, bahkan mengantongi kartu anggota sebuah klub sepak bola di Argentina, San Lorenzo.

Karcher juga menyatakan ia tidak mengetahui secara persis mengenai laga final di Brasil itu, dengan hasil Jerman mengalahkah Argentina 1-0 lewat laga perpanjangan waktu, sebagaimana diwartakan AFP.

"Paus senantiasa mengikuti Piala Dunia meski ia tidak juga menyaksikan laga-laga yang digelar itu dengan pertimbangan netralitas yang harus terus dijaga," kata Karcher, yang dikenal dekat dengan Paus Fransiskus, sebagaimana diwartakan Radio del Plata asal Argentina.

"Kami terus menginformasikan hasil pertandingan kepada dia. Kami merasa gembira dan mendukung tim secara keseluruhan."

Karcher juga berasal dari Argentina. Ia telah lama bekerja bersama dengan Paus Fransiskus, yang dulu bernama Jorge Bergoglio.

Paus Fransiskus menggarisbawahi pentingnya menegakkan prinsip netralitas dalam menghadapi setiap pertandingan.

"Laga-laga yang digelar selama Piala Dunia membawa pertemuan dua masyarakat dari dua negara yang berbeda. Kedua tim dari negara yang berlaga itu juga berbeda dalam agama. Diharapkan bahwa olah raga dapat mempromosikan dan menciptakan kebersamaan dalam kultur," Paus Fransiskus menulis dalam akun @pontifex.

Penerjemah:
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Komentar