Jakarta (ANTARA News) - Tim pendahuluan atau aju Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Operasi Pemelihara Perdamaian (OPP) di Lebanon, akan berangkat pada Rabu (8/11) dengan menggunakan pesawat komersial "North American Airways" di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Tim aju TNI OPP Lebanon yang beranggotan 125 orang itu akan bertolak ke Lebanon, sekitar pukul 18.30 WIB, kata perwira penerangan TNI OPP Lebanon, Mayor Irawadi, di Jakarta, Selasa, usai meninjau kesiapan pasukan TNI di Markas Divisi I/Kostrad Cilodong, Bogor. "Sedangkan untuk peralatan dan perlengkapan tim aju akan diangkut dengan menggunakan pesawat angkut 'Antonov'," tambahnya. Sebelumnya, tim aju TNI OPP Lebanon direncanakan bertolak ke Lebanon 5 November silam. Namun karena kesiapan alat transportasi yang kurang mendukung, maka tim pendahulu baru bisa berangkat pada Rabu (8/11) malam. Sehubungan dengan misi TNI tersebut, SS Wilson, sebuah kapal berbendera Amerika Serikat (AS) yang diperbantukan untuk misi pengiriman perlengkapan, logistik dan kendaraan TNI selama di Lebanon, sudah bertolak dari Pelabuhan Tanjung Priok, 4 November lalu menuju negara di Timur Tengah itu. Kapal yang dibuat tahun 1969 itu sudah selesai memuat 52 kontainer dan kendaraan TNI, termasuk Panser VAB, yang akan digunakan pasukan TNI selama mengemban misi pasukan perdamaian PBB di Lebanon. Kapal yang memuat sekitar 200 unit perlengkapan bercat putih dengan lambang PBB tersebut diperkirakan tiba di Lebanon pada 24 November, setelah berlayar selama 20 hari melalui Terusan Suez dan singgah di Singapura untuk mengisi bahan bakar. Turut menyertai kapal yang merupakan bantuan dari AS untuk mendukung misi pasukan TNI di Lebanon itu enam personel TNI yang juga dilengkapi dengan perlengkapan penerangan untuk mendokumentasikan kegiatan mereka selama pelayaran. Akhir November 2006, sebanyak 850 pasukan yang tergabung dalam Kontingen Garuda XXIIIA Indonesia juga akan terbang menuju Lebanon untuk menyusul perlengkapan mereka dan bergabung dengan Pasukan Interim PBB di Lebanon (UNIFIL). Indonesia akan bergabung dengan 20 negara lain di bawah UNIFIL. Selain panser VAB, kendaraan bersenjata pengangkut personel BTR-80A dan sejumlah truk seberat lima ton, kapal itu juga memuat kereta gandeng, kendaraan patroli, ambulans, perlengkapan konstruksi, tanki air, serta kontainer pengiriman berisi berbagai jenis persediaan. (*)

Copyright © ANTARA 2006