Cengkareng (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Ani Yudhoyono berpesan kepada anaknya, Lettu Agus Harimurti Yudhoyono, agar menjalankan tugas operasi perdamaian TNI di Lebanon dengan sebaik-baiknya. "Kamu jalankan tugas sebaik-baiknya," kata Presiden Yudhoyono seperti dikutip Lettu Agus saat ditanya wartawan sesaat sebelum menuju pesawat "North American Airways" yang mengangkut personel tim pendahulu TNI OPP Lebanon di Terminal III Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng, Tangerang, Rabu. Presiden didampingi Ibu Negara hadir dalam pemberangkatan tim pendahulu TNI OPP Lebanon itu sebagai orang tua Agus. Ikut pula istri Lettu Agus, Annisa Pohan. Sebelum menaiki tangga pesawat, Lettu Agus dilepas dengan kecupan istri dan kedua orang tuanya. Selain itu, hadir pula antara lain Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto, Kasad Jenderal Djoko Santoso, Kasau Marsekal Herman Prayitno, dan Jurubicara Kepresidenan Andi Mallarangeng. Tim pendahulu TNI OPP Lebanon yang berangkat ke negara yang sebagian wilayahnya porak-poranda akibat perang Israel dan Hizbullah dengan pesawat Boeing 757 yang disewa PBB itu beranggotakan 125 orang, sedangkan pasukan inti TNI OPP Lebanon yang berjumlah 706 orang akan diberangkatkan dua minggu kemudian. Dalam kesempatan itu, Lettu Agus yang sehari-hari bertugas sebagai perwira Seksi Operasi Batalion Lintas Udara 305 Kostrad menyatakan siap menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Anggota pasukan tim pendahulu TNI ini semula dijadwalkan berangkat ke Lebanon pada 5 November lalu namun, seperti pernah diungkapkan Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto, pemberangkatan mereka diundur menjadi 8 November (Rabu) karena terbatasnya alat transportasi dari pihak PBB. Sehubungan dengan misi TNI tersebut, SS Wilson, sebuah kapal berbendera Amerika Serikat (AS) yang diperbantukan untuk misi pengiriman perlengkapan, logistik dan kendaraan TNI selama di Lebanon, sudah bertolak dari Pelabuhan Tanjung Priok, 4 November lalu, menuju negara di Timur Tengah itu. Kapal yang dibuat tahun 1969 itu memuat 52 kontainer dan kendaraan TNI, termasuk Panser VAB, yang akan digunakan pasukan TNI selama mengemban misi pasukan perdamaian PBB di Lebanon. Kapal yang memuat sekitar 200 unit perlengkapan bercat putih dengan lambang PBB tersebut diperkirakan tiba di Lebanon pada 24 November setelah berlayar selama 20 hari melalui Terusan Suez dan singgah di Singapura untuk mengisi bahan bakar. Turut menyertai kapal yang merupakan bantuan dari AS untuk mendukung misi pasukan TNI di Lebanon itu enam personel TNI yang juga dilengkapi dengan perlengkapan penerangan untuk mendokumentasikan kegiatan mereka selama pelayaran. Akhir November 2006, sebanyak 850 pasukan yang tergabung dalam Kontingen Garuda XXIIIA Indonesia sudah akan terbang menuju Lebanon untuk menyusul perlengkapan mereka dan bergabung dengan Pasukan Interim PBB di Lebanon (UNIFIL). Indonesia akan bergabung dengan 20 negara lain di bawah UNIFIL. Selain panser VAB, kendaraan bersenjata pengangkut personel BTR-80A dan sejumlah truk seberat lima ton, kapal itu juga memuat kereta gandeng, kendaraan patroli, ambulans, perlengkapan konstruksi, tanki air, serta kontainer pengiriman berisi berbagai jenis persediaan.(*)

Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2006