Manila (ANTARA News) - Perwakilan dari pemerintah Filipina dan kelompok pemberontak sayap kiri Front Nasional Demokrat Filipina (NDFP) akan bertemu di Utrecht, Belanda, dalam beberapa hari ke depan untuk membahas kemungkinan dimulainya kembali perundingan perdamaian yang macet.

Kepala perunding NDFP Luis Jalandoni mengatakan dalam satu pernyataan yang dikeluarkan Senin, bahwa pertemuan mendatang adalah produk dari konsultasi antara panel perunding NDFP dan "delegasi tingkat tinggi" pemerintah Filipina.

"Kedua pihak membahas kemungkinan dimulainya kembali perundingan perdamaian setelah runtuhnya pembicaraan tentang gencatan senjata dan kerja sama terakhir Februari 2013," kata Jalandoni yang berbasis di Belanda, seperti dilaporkan Xinhua.

Dia mengatakan, Elizabeth Slattum, utusan khusus baru dari Pemerintah Kerajaan Norwegia (RNG) yang memfasilitasi proses perdamaian, menghadiri salah satu pertemuan konsultasi terakhir 18 Oktober di Utrecht.

Espen Lindbaeck, wakil direktur bagian perdamaian dan rekonsiliasi Kementerian Luar Negeri RNG, juga menghadiri pertemuan tersebut.

"Tim baru RNG menyatakan kesediaannya untuk membantu dimulainya kembali pembicaraan formal dan untuk mengadakan pertemuan berikutnya panel negosiasi di Oslo, Norwegia," kata Jalandoni.

Jalandoni mengatakan pasukan secara revolusioner membuat "langkah muhibah untuk mempromosikan perdamaian" dengan melepaskan empat "tawanan perang" (POW) 29 Juli lalu, mengacu pada empat polisi ditahan dalam serangan kantor polisi Alegria di provinsi Filipina selatan Surigao del Norte.

Perundingan perdamaian antara pemerintah Filipina dan NDFP, lengan perundingan Partai Komunis Filipina (CPP), macet karena masalah yang belum terselesaikan baik di jalur reguler maupun pembicaraan khusus.

Salah satunya, NDFP telah bersikeras pada pembebasan para konsultan yang ditahan, mengatakan bahwa penangkapan mereka melanggar Perjanjian Bersama Jaminan Keselamatan dan Imunitas.

(Uu.H-AK)

Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2014