Syuting "Assalamualaikum Beijing" terhambat polusi

Syuting "Assalamualaikum Beijing" terhambat polusi

Revalina S. Temat. (ANTARA)

Beijing (ANTARA News) - Proses syuting film "Assalamualaikum Beijing" garapan Maxima Pictures di Beijing selama hampir dua pekan sempat terhambat kabut tebal polusi yang kembali menyelimuti ibukota Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dalam sebulan terakhir ini.

"Sayang kita datang di saat Beijing sedang polusi, jadi proses agak terhambat, pengambilan gambar juga kurang maksimal," kata aktris Revalina Sayuthi Temat dalam perbincangan dengan ANTARA News, Sabtu, usai syuting film yang diadaptasi dari novel "Assalamualaikum Beijing" karya Asma Nadia.

Artis pemeran Anissa dalam film "Perempuan Berkalung Sorban" (2009) itu mengemukakan, dirinya sempat pula merasa badannya kurang nyaman dengan suhu dingin memasuki musim gugur di Beijing.

"Dingin pula suhunya, jadi lengkap ada polusi dan suhu yang dingin, sehingga badan kadang agak kurang nyaman," demikian Revalina, yang juga Duta Lingkungan Hidup RI.

Dalam film yang direncanakan tayang akhir 2014 itu, Revalina berperan sebagai Asma, seorang jurnalis yang bertugas di Tiongkok. Dalam menjalankan tugas jurnalistiknya ada seorang sosok pria bernama Zhongwen, diperankan Morgan Oey, yang sangat menggaguminya.

Namun, Asma menyadari perbedaan di antara keduanya sehinggga berupaya untuk terus melupakan Zhongwen, pemuda berrahang kokoh dan bermata mencerminkan kecerdasan.

Selain Revalina dan Morgan Oey, artis Laudya Cynthia Bella yang memerankan tokoh Ra, dan Desta yang bermain sebagai Dewa.

Sang sutradara Guntur Soeharjanto mengatakan, cuaca yang kurang bersahabat membuat sejumlah kru dan pemain mengalami gangguan kesehatan, seperti flu, batuk dan pilek.

"Tetapi, Alhamdulillah semua bisa jalan," kata sutradara film "99 Cahaya di Langit Eropa" tersebut.

Syuting "Assalamualaikum Beijing" dilakukan di Temple of Heaven, Lapangan Tiananmen, Hohai, pusat belanja Wang Fujing, Tembok Besar Tiongkok dan Provinsi Yunnan, demikian Guntur. (*)

Pewarta:
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Komentar