Badai Pasifik picu tornado, tanah longsor dan banjir di Kalifornia

Badai Pasifik picu tornado, tanah longsor dan banjir di Kalifornia

Seorang wanita memperhatikan ombak menggulung dekat sebuah rumah yang rusak di Pantai Washaway, Washington, Kamis (11/12) saat badai Pasifik musim dingin melanda wilayah barat AS. Badai yang sama yang melanda wilayah utara dan tengah California pada hari Kamis disertai hujan lebat dan angin kencang, menyebabkan listrik padam pada puluhan ribu rumah, mengganggu penerbangan dan membuat sejumlah sekolah ditutup di wilayah San Fransisco Bay. (REUTERS/David Ryder )

Los Angeles (ANTARA News) - Badai Pasifik melanda bagian selatan Kalifornia diiringi dengan hujan lebat dan angin kencang, Jumat, memicu tornado kecil, banjir bandang dan tanah longsor.

Bencana itu mengakibatkan pengosongan ratusan rumah, puluhan lagi rusak dan layanan kereta api di sepanjang pesisir terganggu.

Satu orang ditemukan meninggal Jumat di terowongan pengendali banjir yang terendam air hujan di kota Garden Grove, Orange County, yang menandai kematian ketiga terkait badai di Pesisir Barat sejak Kamis.

Secara terpisah, tim-tim SAR menyelamatkan dua orang setelah mereka hanyut di Sungai Los Angeles yang airnya dekat satu tempat untuk menampung tuna wisma, kata Dinas Kebakaran Los Angeles dalam pesan-pesan yang disiarkan melalui Twitter.

Angin kencang memutus kabel-kabel listrik di kawasan tersebut, mengakibatkan 78.000 pelanggan tanpa pasokan listrik di satu titik setelah badai bergerak sebelum fajar, kata pejabat-pejabat urusan utilitas.

Dalam satu fenomena yang tak biasa bagi California Selatan, satu tornado kecil menghantam Long Angeles Selatan, tempat atap-atap satu kompleks apartemen rusak dan dua rumah dan merusak satu papan iklan ukuran besar, kata Stuart Seto, spesialis dari Dinas Cuaca nasional.

Tornado itu merupakan yang pertama di Los Angeles sejak 2004, menurut USTornadoes.com yang melacak tornado. Para ahli meteorologi Dinas Cuaca tidak dapat meberi konfirmasi, demikian Reuters.

(Uu.M016)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Komentar