Ibramsyah tak pernah bermimpi ketemu Presiden

Ibramsyah tak pernah bermimpi ketemu Presiden

Presiden Joko Widodo (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)

Rasanya badan ini gemetar, dan sulit berkata-kata saat ditanya Presiden Joko Widodo (Jokowi), tentang nama-nama ikan
Kotabaru (ANTARA News) - Seorang nelayan di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Ibramsyah (60), mengaku tidak pernah bermimpi bisa ketemu Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

"Rasanya badan ini gemetar, dan sulit berkata-kata saat ditanya Presiden Joko Widodo (Jokowi), tentang nama-nama ikan," kata Ibramsyah, saat dipanggil Presiden ke depan undangan saat puncak peringatan Hari Nusantara ke-14 di Kotabaru, Senin.

Bapak dari lima orang anak itu mengaku tidak menyangka dirinya dipanggil ke depan oleh Presiden Jokowi, dan hal itu membuatnya merasa gugup bercampur kelu.

"Coba sebutkan lima jenis ikan, kata Presiden," kutip, Ibramsyah.

Ia mengaku kepada Presiden, bahwa ia adalah nelayan tangkap udang, bukan nelayan ikan. Sehingga ia hanya faham dan hafal jenis-jenis udang saja.

Ibramsyah yang sudah lima tahun tidak lagi turun melaut untuk menangkap udang, karena usianya mulai uzur, mengaku banyak tahu nama-nama jenis ikan dan udang.

"Tetapi saat berhadapan dengan Presiden, banyak yang lupa," terang suami Salama itu.

Ibramsyah, nelayan asal Tanjung Batu, Kelumpang Tengah, Kotabaru, kini pindah ke Kota Kotabaru, menceritakan, saat masih aktif menangkap udang, jarang pulang dengan membawa hasil besar.

"Bahkan sering kami alami, setiap kali turun melaut hasil yang kami peroleh tidak bisa untuk menutupi biaya modal," imbuhnya.

Hal itu terjadi, karena udang hasil tangkapan tidak sebanding dengan biaya operasional, terutama untuk membeli BBM jenis solar dan bekal konsumsi, selama menangkap udang di laut.

"Biaya sekali turun kelaut untuk dua-tiga hari, diperlukan modal sekitar Rp300.000-Rp500.000. Tetapi hasilnya terkadang cuma kisaran Rp150.000-Rp250.000," tuturnya.

Mudah-mudahan, dengan kedatangan Presiden ke Kotabaru, nelayan yang tidak memiliki modal usaha bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah, harapnya.

Sementara itu, pada puncak peringatan Hari Nusantara di Kotabaru, yang dihadiri sejumlah menteri Kabinet Kerja, Presiden Jokowi meminta nelayan turut berperan aktif dalam menjaga perairan dari praktik-pratik ilegal fishing.

Pewarta: Imam Hanafi
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Memperkuat kesatuan dan persatuan di hari nusantara nasional

Komentar