Jakarta (ANTARA News) - Pilot Air Asia QZ8501 Kapten Irianto sepertinya  sudah mempunyai firasat pesawat yang dinakhodainya akan sering bertemu petir.

Kapten Irianto mengunggah foto dirinya yang mengenakan kacamata hitam di jejaring sosial Faebook. Ia mengedit fotonya dan menambahkan gambar petir dan tulisan "lightening".

Dalam foto tersebut, terlihat Kapten Irianto berada di dalam ruang kokpit pesawat.

Irianto memberi judul fotonya itu dengan kalimat "Musim Petir". Saat ia mengunggah foto tersebut ia berada di Bandara Intenasional Clark, Filipina.

Pesawat Air Asia QZ8501 dari Surbaya tujuan Singapura yang dinakhodainya hilang kontak sejak Minggu (28/12) pagi.

CEO Earth Network, Bob Marshall, mengatakan sejumlah petir terjadi di dekat menghilangnya QZ8501 dan menunjukkan badai yang besar.

Menurut Marshall, setiap pesawat bisa menghadapi hujan sangat lebat tapi badai dapat menyebabkan turbulensi yang berbahaya.

"Kami mendeteksi badai, tetapi kami tidak memiliki sensor yang cukup untuk melacak ke berbagai bagian dunia dengan sangat tepat," kata Marshall.

Pewarta: Indriani
Editor: Unggul Tri Ratomo
Copyright © ANTARA 2014