Jakarta (ANTARA News) - Gerhana bulan total pada sore hingga malam Sabtu tidak terlihat di wilayah DKI Jakarta akibat hujan dan awan menyelimuti langit Jakarta.

Di kawasan Jakarta Pusat, gerhana bulan tidak terlihat karena langit tertutup awan, demikian pula Jakarta Utara dan Timur.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gerhana bulan total terjadi mulai pukul 15.59 WIB dan berakhir pada pukul 22.00 WIB, dengan puncak pada pukul 19.00 WIB.

Gejala alam itu terlihat dengan mata telanjang, namun karena cuaca tidak mendukung,warga Jakarta memilih menyaksikan gerhana di beberapa tempat pengamatan, seperti Planetarium Taman Ismail Marzuki dan Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK) Taman Mini Indonesia Indah.

Gerhana bulan total terakhir kali disaksikan di Indonesia pada 8 Oktober 2014. Masyarakat yang tidak bisa menyaksikan gerhana bulan Sabtu dapat kembali menyaksikannya pada 31 Januari 2018, waktu gerhana bulan total diperkirakan terjadi dan dapat terlihat di wilayah Indonesia.

Sementara itu, gerhana bulan total pada Sabtu itu dapat diamati dari seluruh wilayah Indonesia dan beberapa negara lain di wilayah Amerika, Samudera Pasifik, Australia, Asia kecuali bagian Barat, dan sebagian kecil Afrika Timur.

Berdasarkan keterangan BMKG, saat gerhana bulan total itu terjadi, bulan akan berwarna kemerahan karena gelombang merah dari matahari dibelokkan oleh atmosfer ke bulan. Itu sering disebut dengan "blood moon" atau bulan berwarna merah darah.

Dua jenis gerhana terjadi di alam semesta, yaitu gerhana bulan, dengan cahaya matahari terhalang oleh bumi, sehingga tidak semua sampai ke bulan, dan gerhana matahari ketika cahaya matahari terhalang bulan sehingga tidak utuh sampai ke bumi.

Gerhana bulan total tidak dapat lagi disaksikan masyarakat Indonesia dalam waktu dekat. Menurut perkiraan, gerhana bulan total akan terjadi lagi pada 28 September 2015, tetapi hanya bisa disaksikan di Asia bagian Barat, samudera Hindia bagian barat, Afrika, Eropa, Samudra Atlantik, Amerika,dan Samudera Pasifik bagian timur.

Gerhana matahari sebagian akan terjadi pada 13 September 2015 dan hanya bisa dilihat di Antartika, perbatasan Samudera Atlantik dan Hindia, dan Afrika bagian selatan.



Pewarta: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2015