Twitter luncurkan Twitter Audience Platform jaring pengiklan

Twitter luncurkan Twitter Audience Platform jaring pengiklan

Twitter (istimewa)

Jakarta (ANTARA News) - Dipimpin oleh bos baru, Roy Simangunsong, Twitter Indonesia meluncurkan inovasi baru,  "Twitter Audience Platform" yang bertujuan menjaring lebih banyak pengiklan yang ingin meluaskan jangkauan audiens.

"Twitter Audience Platform" adalah sebuah platform yang diklaim mudah dan efektif bagi para pengiklan untuk memperluas jangkauan Promoted video dan Tweet engagement mereka ke Twitter Audience Platform hanya dengan satu kali klik, di twitter maupun di ribuan aplikasi lainnya yang tergabung dalam MoPub (bursa mobile terbesar di dunia).

"Indonesia adalah salah satu pasar penting bagi Twitter. Kami akan berinvestasi di sini, salah satunya dengan meluncurkan Twitter Audience Platform ini agar para pengiklan dapat meluaskan jangkauan audiens mereka, baik di Twitter maupun di luar Twitter hingga ke lebih dari 700 juta orang di seluruh dunia," kata Managing Director Twitter untuk wilayah Asia Tenggara, India, Timur Tengah dan Afrika Utara, Parminder Singh di Jakarta, Selasa.

Saat ini, Twitter memiliki 315 juta pengguna aktif bulanan, dengan unique visitor 500 juta orang. Dengan menggunakan Audience Platform tersebut maka, para pengiklan disebut mampu menjangkau sebanyak 700 juta pengguna, karena mereka tak hanya akan menjangkau para pengguna Twitter, tetapi juga pengguna non-Twitter yang menggunakan aplikasi yang menjadi bagian dari MoPub.

Sejak dibukanya kantor Twitter di Indonesia pada Maret 2015, Twitter telah menjalankan beberapa inisiatif di Indonesia mulai Peta Jakarta yang bekerja sama dengan Pemda DKI Jakarta hingga kampanye Ramadhan yang menghasilkan 20 persen percakapan global berasal dari Indonesia hingga gerakan "Nyalakan Indonesia" dengan tagar #RI70 yang berhasil mencapai 440.000 tweet.

Dengan platform baru tersebut, Twitter mengatakan makin optimis menghadapi perlambatan ekonomi yang terjadi di Indonesia. Pimpinan Twitter Indonesia yang baru saja ditunjuk hari ini, Roy Simangunsong, menilai keadaan ekonomi saat ini justru menyediakan peluang bagi Twitter dan para pengiklan untuk mencari medium yang mudah dan efektif untuk menjangkau audiens. "Nah, Twitter akan menjadi bagian dari inovasi itu. Dengan spending digital yang kecil tapi opportunitynya besar," kata Roy.

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Menpora: Malaysia tak cukup minta maaf lewat Twitter

Komentar