Diyarbakir, Turki (ANTARA News) - Tiga polisi tewas oleh milisi Kurdi pada Minggu dalam dua serangan terpisah di Turki Tenggara, kata sumber keamanan, ketika kekerasan dalam beberapa pekan terakhir tidak menunjukkan tanda mereda.

Dua petugas tewas dan lima terluka di jalan raya di luar kota tenggara, Sirnak, dalam serangan bom mobil oleh Partai Pekerja Kurdistan (PKK) terlarang, kata sumber kepada AFP.

Pasukan keamanan menggunakan helikopter tempur mengejar terduga milisi tersebut, saat mereka hendak melakukan serangan hingga menyebabkan dua orang tewas.

Sementara itu, seorang polisi tewas dan seorang lain terluka dalam serangan roket PKK di Distrik Silvan, wilayah tenggara Diyarbakir.

Sejak akhir Juli, Ankara telah menggunakan kekuatan udara dan pasukan darat dalam serangan "anti-teror" untuk mencoba melumpuhkan markas PKK di Turki Tenggara dan Irak Utara.

Namun, kelompok tersebut telah memukul balik, menyebabkan tewasnya puluhan polisi dan tentara Turki dalam serangan yang hampir terjadi setiap hari.

Pasukan keamanan selama seminggu terakhir telah melakukan operasi militer besar-besaran terhadap terduga milisi-milisi PKK di kota tenggara Cizre, mencabut jam malam pada Sabtu (12/9) lalu setelah diberlakukan selama sembilan hari.

Pihak berwenang pada Minggu memberlakukan jam malam di beberapa distrik di Silvan setelah serangan mematikan terhadap polisi, menginformasikan kepada para warga melalui pengeras suara di masjid-masjid, kata media Turki.

Sementara itu, jam malam juga diberlakukan di beberapa wilayah di pusat Distrik Sur, kota Diyarbakir. Namun, tidak segera dapat dijelaskan berapa lama jam malam tersebut akan diberlakukan.
(Uu.B020)

Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2015