Yogyakarta (ANTARA News) - Pengamat ekonomi dari Australian National University Prof. Hal Hill mengatakan pemerintah Indonesia harus memperkuat daya saing ekonomi nasional untuk menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin berat.

"Yang terpenting untuk saat ini adalah daya saing Indonesia diperkuat," kata Hal Hill dalam seminar bertajuk "Pembangunan Ekonomi dan Kebijakan Ekonomi ASEAN" di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, pelambatan ekonomi global saat ini merupakan kondisi terberat yang secara langsung berimbas pada perekonomian Indonesia, sehingga kinerja ekspor nasional sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi juga turut mengalami pelambatan.

"Kondisi ekonomi global saat ini mungkin merupakan era yang paling berat bagi Indonesia sejak tahun 70-an, sehingga Presiden Jokowi memang memiliki tugas besar," kata dia.

Oleh sebab itu, menurut dia, penguatan daya saing perlu dilakukan di antaranya dengan cara memperkuat pembangunan infrastruktur, kualitas pendidikan, serta secara konsisten memberantas korupsi.

"Kebijakan deregulasi juga harus diwujudkan, sebab jangan sampai aturan-aturan yang ada justru mempersulit dunia usaha," kata dia.

Selain itu Hal Hill mengatakan, sektor industri juga harus menyeimbangkan orientasi pemasaran produk antara pasar domestik maupun pasar luar negeri. "Kalau bisa keduanya sama-sama digarap, yakni dengan menggenjot ekspor serta meningkatkan konsumsi," kata dia.

Meski negara tujuan ekspor ikut terdampak pelemahan ekonomi global, menurut dia, bukan berarti Indonesia harus meninggalkan aktivitas ekspor. "Sebab kalau hanya terkonsentrasi pada pasar domestik saja, Indonesia akan kehilangan peluang dan banyak kesempatan di pasar luar negeri," kata dia.

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2015