Sembilan tewas akibat penembakan kampus di Oregon

Sembilan tewas akibat penembakan kampus di Oregon

Tahun lalu juga terjadi penembakan di Oregon, tepatnya di Sekolah Menengah Atas Reynolds di Troutdale, Oregon (REUTERS/Steve Dipaola)

Oregon, Amerika Serikat (ANTARA News) - Seorang pria bersenjata, Kamis waktu setempat, melepaskan tembakan di perguruan tinggi terletak di sebelah barat daya Oregon, hingga menewaskan sembilan orang dan tujuh lainnya luka-luka.

Polisi akhirnya menembak pelaku hingga tewas, kata pihak berwenang dalam pembunuhan massal yang kembali terjadi di perguruan tinggi AS.

Gubernur Kate Brown mengatakan tersangka yang merupakan pria berusia 20 tahun ini terbunuh dalam baku tembak dengan polisi, tepatnya di "Synder Hall", Umpqua Community College, Kota Roseburg, sebelum ada amukan sesaat pada 10.30 pagi hari atau pukul 17.30 WIB.

Namun, pelaku tembakan ini tidak segera diidentifikasi pihak berwenang mengingat motif penembakan ini masih diselidiki.

Dari laporan CNN, tiga pistol dan senjata panjang milik pelaku ditemukan di tempat kejadian.

Pembantaian di Roseburg, kota yang dulu penghasil kayu di Umpqua River Valley, adalah peristiwa terbaru dalam serangkaian penembakan massal di beberapa kampus AS, bioskop, pangkalan militer dan gereja dalam beberapa tahun terakhir.

Penembakan ini menandakan peristiwa mematikan sejak penembakan Juni lalu di sebuah gereja di Carolina Selatan yang menewaskan sembilan orang.

Beberapa penembakan ini telah memicu tuntutan untuk mengontrol kepemilikan senjata di AS mengingat saat ini pemilik senjata api masih dilindungi Amendemen Kedua Konstitusi AS.

Presiden Barack Obama, sesaat setelah baku tembak terjadi mengatakan pembunuhan massal ini seharusnya membuat negara menuntut kontrol senjata yang lebih ketat dari pejabat terpilih.

"Entah bagaimana (penembakan) ini menjadi rutinitas. Pelaporan ini menjadi rutin. Tanggapan saya, di podium ini, akhiri rutinitas ini. Kita semua sudah mati rasa kejadian ini," kata Obama.

Kortney Moore, 18, mengatakan kepada surat kabar lokal bahwa dia berada di kelas menulis, di Synder Hall saat tembakan menembus jendela dan mengenai kepala gurunya.

Moore mengatakan pria bersenjata itu menyuruh orang-orang yang berlutut untuk berdiri serta meminta mereka menyatakan apa mereka sebelum pelaku mulai menembak.

Mahasiswa baru, Kenny Ungerman, mengatakan kepada NBC bahwa ia melihat si penembak mengenakan jins dan kaus, sambil membawa pistol saat ia masuk ke dalam gedung, diikuti dengan tembakan dan teriakan orang-orang.

Mahasiswa lainnya, Cassandra Welding, mengatakan kepada CNN bahwa ia mendengar 35 sampai 40 tembakan.

Dalam sebuah postingan di Facebook, mahasiswa Brady Winder juga mengaku berada di kelas bersebelahan dengan ruang di mana tembakan itu terjadi. Teman-teman sekelasnya berlarian ketika mendengar tembakan.

"Saya berlari ke tepi kampus, menuruni bukit dan menunggu. Dari pembicaraan bersama mahasiswa di kelas tempat tembakan terjadi, hampir setiap orang di ruangan ditembak pria yang membawa empat senjata."

"Saya masih terguncang.. saya tidak bisa menyembunyikan pikiran saya tentang ini. Tolong berdoa saja bagi para keluarga dan orangtua para mahasiswa," tulis Winder, 23, dalam postingan di Facebook.

Sherif John Hanlin di Douglas County mengatakan tiga korban penembakan dalam kondisi kritis pada Kamis malam.

Dokter Hans Notenboom di UGD Pusat kesehatan PeaceHealth Sacred Heart mengatakan tiga korban wanita berusia antara 18 dan 34 tahun diterbangkan dengan helikopter menuju rumah sakit di Riverbend, dua di antaranya telah dipindahkan ke ruang operasi.

Korban selamat diangkut ke gelanggang pekan raya lokal dan beberapa anggota keluarga menunggu berjam-jam untuk melihat orang yang mereka cintai ada di antaranya.

Setelah pertumpahan darah itu, otoritas negara bagian dan federal, seperti beberapa agen dari Biro Federal dan Investigasi serta Biro divisi alkohol, tembakau, senjata api dan bahan peledak AS mengunjungi Roseberg.

Perguruan tinggi yang dimulai dari semester musim gugur pekan ini memiliki lebih dari 13.000 mahasiswa, termasuk 3.000 dari mereka kuliah penuh waktu, akan ditutup sampai Senin.

Pada 2012, tujuh mahasiswa di perguruan tinggi Kristen, Universitas Oikos di Oakland, California, ditembak mati mantan mahasiswa yang menandai kekerasan mematikan di perguruan tinggi AS sejak yang terakhir terjadi pada April 2007, ketika seorang mahasiswa Universitas Virginia Tech menewaskan 32 orang dan 25 orang luka-luka sebelum akhirnya bunuh diri, demikian Reuters.

(M053/A032)


Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar