counter

Pemkot Pontianak raih penghargaan bidang kesehatan

Pemkot Pontianak raih penghargaan bidang kesehatan

Ilustrasi--Prioritas Pembangunan Kesehatan. Petugas kesehatan menyuntikan Difteri Tetanus (DT) kepada seorang pelajar SD ketika proses imunisasi DT di sebuah sekolah di Jawa Timur. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

Pontianak (ANTARA News) - Pemkot Pontianak meraih penghargaan Mandala Karya Bhakti Husada Kartika karena dinilai berhasil dalam mendukung keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan, kata Wali Kota Pontianak, Sutarmidji.

"Penghargaan dibidang kesehatan itu diserahkan oleh menteri kesehatan kepada Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono di Jakarta beberap hari lalu," kata Sutarmidji di Pontianak, Minggu.

Ia menjelaskan, dalam penghargaan itu, Kota Pontianak berhasil mengalahkan 15 kabupaten/kota se-Indonesia lainnya yang masuk dalam nominasi penilaian Manggala Karya Bhakti Husada itu.

Sutarmidji menambahkan, dengan prestasi iti, maka bisa menjadi pemicu semangat Pemkot Pontianak untuk terus meningkatkan taraf kesehatan dasar masyarakat di Pontianak.

Menurutnya, Pemkot Pontianak telah melakukan beberapa perubahan dalam meningkatkan indeks pembangunan masyarakat, seperti di bidang kesehatan, sehingga meningkat pesat dari sebelumnya peringkat 125 di tahun 2009, kini menjadi peringkat ke-22 pada tahun 2014.

Peningkatan itu, dijelaskannya adalah lompatan yang luar biasa, sehingga pembangunan bidang kesehatan di Kota Pontianak maju pesat.

"Kemajuan pesat di bidang kesehatan itu tidak terlepas dari terobosan-terobosan yang dilakukan Pemkot Pontianak," ujarnya.

Penghargaan Mandala Karya Bhakti Husada Kartika, adalah penghargaan yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah atas dukungannya terhadap keberhasilan satu atau beberapa program kesehatan di wilayah kerjanya.

Penilaian dan verifikasi dilakukan oleh tim dari Kementerian Kesehatan. Sedangkan terkait ketersediaan sumber daya manusia terutama tenaga kesehatan. Menurut Sutarmidji, Pemkot Pontianak telah memiliki Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Syarif Mohamad Alkadrie yang kini sudah memiliki 14 dokter spesialis.

Ia menambahkan, apapun yang dilakukan itu, tujuannya bukanlah untuk meraih penghargaan dan sejenisnya, melainkan semua itu merupakan program dalam rangka melayani kesehatan masyarakat Kota Pontianak dan sekitarnya.

Pewarta: Andilala
Editor: Desy Saputra
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Pembangunan SDM jadi fokus, ini langkah Kemenkes

Komentar