Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, kapal baru yang digunakan dapat memurahkan biaya untuk mengangkut sapi dari Provisi Nusa Tenggara Timur (NTT) ke wilayah DKI Jakarta.

"Selama ini biaya angkut dari NTT ke Jakarta sekitar Rp2 juta per ekor, tapi dengan kapal baru yang dirancang khusus sapi, biayanya itu hanya Rp320.000 per ekor," kata Mentan setelah bersama para direksi BUMN Sang Hyang Seri menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jakarta, Rabu.

Pada Selasa (17/11), Mentan mengecek stok dan kondisi sapi siap potong di Instalasi Penampungan Hewan Karantina yang berlokasi di Pelabuhan Tenau, Kupang, NTT, guna memastikan kesiapan provinsi itu sebagai daerah pemasok sapi untuk kebutuhan nasional, dan khususnya DKI Jakarta.

Menurut Amran, pengecekan tersebut merupakan tindak lanjut nota kesepahaman atau "Memorandum of Understanding" (MoU) kerja sama pengadaan daging sapi antara Kementerian Pertanian dengan lima provinsi yakni Jawa Timur, NTB, NTT, Lampung dan Sulawesi Selatan untuk memasok kebutuhan daging sapi di DKI Jakarta dan wilayah sekitarnya.

Saat pengecekan tersebut, Mentan dan pengusaha bersepakat harga sapi Rp30.000/kg bobot hidup.

Dia menyatakan, selama ini sapi dari NTT yang masuk ke DKI Jakarta diangkut menggunakan kapal barang, sehingga kondisi ternak dalam keadaan stres dan kurus akibatnya bobotnya turun 20 hingga 30 persen.

Dengan adanya kapal khusus angkut sapi, tambahnya, dapat menekan penyusutan bobot sapi, menekan biaya angkut dan memberi keuntungan untuk konsumen dan pemilik atau pengusaha sapi.

"Harga sapi Rp30 ribu per kg bobot hidup, kalau susut bobot badannya 20 hingga 30 persen, maka ada Rp1,8 juta per ekor uang yang hilang. Jadi dengan kapal ternak khusus, 20 persenya bisa dinikmati konsumen dan pemilik sapi," ujar Mentan dan mengatakan, dengan demikian diharapkan sampai ke konsumen sekitar Rp80.000 per kilogram.

Kebutuhan daging sapi di wilayah Jabodetabek mencapai 600 ribu ton per tahun yang mana khusus DKI Jakarta, kebutuhanya sebesar 185 ribu per tahun.

Menurut Amran, satu unit kapal ternak mampu mengangkut 500 ekor sapi, sedangkan saat ini pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah menyiapkan 6 unit kapal ternak.

Pewarta: Muhammad Razi Rahman
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2015