Sampang (ANTARA News) - Sebanyak 199 tahanan dan narapidana di Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Sampang, Jawa Timur, dipindah ke ruangan lain karena sel yang selama ini mereka tempati terendam banjir.

Kepala Rutan Klas IIB Sampang Lindu Prabowo di Sampang Sabtu malam mengatakan ketinggian genangan air di Rutan yang terletak di Jalan Jaksa Agung Suprapto Sampang ini mencapai 1 meter.

Lindu menjelaskan, sebenarnya jumlah total penghuni Rutan Klas IIB Sampang itu sebanyak 204 orang, terdiri dari 199 narapidana dan tahanan laki-laki, dan lima sisanya merupakan narapidana perempuan.

"Tapi lokasi narapidana perempuan ini tidak tergenang banjir karena lokasinya lebih tinggi. Kalau yang ditempati narapidana laki-laki tergenang banjir," katanya.

Ia menjelaskan, ke-199 narapidana dan tahanan laki-laki itu, untuk sementara dipindah ke lantai II.

Lindu Prabowo menjelaskan meski telah berulang kali terjadi banjir di Kota Sampang, namun selama ini genangan air tidak sampai memasuki halaman penjara, karena lokasi penjara tinggi.

"Baru kali ini, penjara terendam banjir, sehingga para penghuni Rutan terpaksa harus dipindah," katanya.

Banjir akibat luapan sungai Kalikemuning di Sampang, Madura, Jawa Timur ini terjadi sejak Jumat (26/2) pagi.

Saat itu banjir hanya menggenangi sejumlah ruas jalan di Kota Sampang. Namun pada sore harinya, banjir mulai memasuki perkampungan penduduk dan pada tengah malam banjir kian meluas.

Data pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Sampang menyebutkan sedikitnya 12 desa/kelurahan di Kota Sampang telah terendam banjir akibat luapan Sungai Kalikemuning itu.

Hingga Sabtu (27/2) petang arus di Sungai Kalikemuning, Sampang, masih terpantau sangat deras dan belum ada tanda-tanda banjir akan surut.

Pewarta: Abd Aziz
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2016