Seorang anak diduga korban KDRT kritis

Seorang anak diduga korban KDRT kritis

Kekerasan Terhadap Anak (ANTARA News/Insan Faizin Mubarak)

Ibunya berbelit `ngomong`nya. Bahkan awalnya, mau bawa pulang anaknya dengan alasan tidak ada biaya. Tapi kami cegah hingga akhirnya ibunya setuju Alan diobati sampai sadar."
Batam (ANTARA News) - Seorang anak di Kota Batam Kepulauan Riau, Alan (7) diduga korban kekerasan dalam rumah tangga kondisinya kritis dan tidak sadarkan diri.

"Berdasarkan tanda-tanda di tubuhnya, anak itu diduga korban kekerasan, tapi pelakunya belum tahu," kata Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah Provinsi Kepri Eri Syahrial di Batam, Rabu.

Alan kini dirawat di Rumah Sakit Otorita Batam dalam kondisi tidak sadar dan kondisinya terus memburuk.

Eri bercerita, saat tiba di RSOB pada Selasa (20/9). Kondisi Alan sudah tidak sadarkan diri. Di tubuhnya banyak luka memar seperti luka bekas cubitan.

Pada lengan, kaki dan lehernya juga terdapat memar berwarna biru yang mengkhawatirkan.

Dokter menduga, selain pada tubuh, lengan dan kaki, luka juga terjadi di bagian kepala hingga menyebabkan kesadaran Alan terus menurun.

"Dokter meminta kepalanya untuk di-CT Scan, dan saat ini kami masih menunggu," kata Eri di rumah sakit.

KPPAD sudah berupaya mencari tahu penyebab banyaknya luka di badan Alan dari ibunya dan tempat Alan bersekolah.

Namun, kata Eri, keterangan yang diberikan ibunda Alan berbelit, sehingga KPPAD sulit mengambil kesimpulan penyebab luka pada tubuh anak yang masih duduk di kelas I SD itu.

"Ibunya berbelit ngomongnya. Bahkan awalnya, mau bawa pulang anaknya dengan alasan tidak ada biaya. Tapi kami cegah hingga akhirnya ibunya setuju Alan diobati sampai sadar," tutur Eri.

"Dokter juga menanyai ibunya beberapa kali, tapi jawabannya berbelit, tidak bisa memberikan keterangan. Malah jawabannya tidak masuk akal, kemasukan jin-lah," kata Eri.

Sedangkan dari pihak SD Darul Islah, tempat Alan sekolah, dinyatakan tidak terjadi kekerasan apapun yang menimpa anak berkulit terang itu.

Berdasarkan informasi dari lingkungan tempat tinggal Alan di Tiban BTN, diketahui Alan baru tiga pekan di Batam bersama ibunya. Sedangkan ayahnya dikabarkan berada di Malaysia.

KPPAD Kepri sudah berkoordinasi dengan Polsek Sekupang untuk menelusuri dugaan tindak KDRT yang terjadi pada Alan.

"Kami juga meminta Polsek mengawasi. Kami khawatir ibunya membawa pulang Alan. Yang jelas kami akan mengupayakan yang terbaik," katanya.

Pewarta: Jannatun Naim
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016

2700 Perempuan jadi relawan pencegahan stunting dan KDRT

Komentar