Bagdad (ANTARA News) - Satu pembom jibaku hari kamis menewaskan dua legislator Irak dan melukai puluhan orang lain di ruang makan parlemen saat pembuat undang-undang makan siang, kata pejabat dan media setempat. Pemboman itu mewakili satu dari kebocoran keamanan Daerah Hijau, yang dijaga sangat ketat, di Bagdad dan menjadi tempat bagi gedung parlemen dan kantor pemerintah sejak serbuan balatentara gabungan pimpinan Amerika Serikat (AS) pada 2003. Media Irak menyatakan dua anggota parlemen tewas, termasuk Mohammed Awadh, warga Arab Sunni. Pejabat keamanan memastikan Awadh tewas dan menyatakan anggota lain parlemen hilang serta diduga tewas. Petugas keamanan menyebut salah satu korban tewas adalah mohammed Awad, anggota Kubu Rembuk Bangsa, partai Arab Sunni, yang memiliki 11 kursi di parlemen beranggota 275 orang tersebut Korban kedua ialah anggota Persekutuan Kurdi, kelompok kedua terbesar di parlemen sesudah perhimpunan utama Arab Syiah, kata pejabat, dengan menambahkan bahwa korban ketiga adalah karyawan parlemen itu. Dua anggota lain parlemen dalam keadaan gawat, kata pejabat. "Kami mendengar ledakan sangat keras di dalam ruang makan. Kami bergegas untuk melihat yang terjadi. Kami melihat asap tebal datang dari aula, dengan orang tergeletak di lantai dan genangan darah," kata petugas parlemen kepada kantor berita Inggris Reuters lewat telepon dari tempat kejadian tersebut. Pejabat keamanan Irak menyatakan pembom itu memakai ikat pinggang berisi bahan peledak. Sebelumnya, bom truk membunuh sedikit-dikitnya tujuh orang di jembatan utama di Bagdad utara, menghancurkan sebagian besar bangun baja dan menenggelamkan sejumlah mobil ke sungai Tigris di bawahnya, kata polisi. Ledakan itu terjadi saat penegakan keamanan dukungan Amerika Serikat di Bagdad, yang dianggap sebagai upaya terahir mencegah Irak jatuh ke perang saudara aliran habis-habisan.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2007