Tokyo (ANTARA News) - Pertemuan Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pekan depan dapat menandai awal pembicaraan untuk menggalang dukungan Jepang dalam menekan pengaruh Tiongkok yang tumbuh di Asia, kata penasihat keamanan Trump.

Salah satu komentar Trump dalam kampanyenya yang meminta Jepang membayar lebih untuk pemeliharaan pasukan AS di wilayahnya, telah mengkhawatirkan Tokyo mengenai adanya keretakan aliansi keamanan dengan Washington yang telah menjadi fondasi pertahanan Jepang sejak Perang Dunia II, dalam menghadapi kebangkitan Tiongkok dan sikap Korea Utara yang mudah berubah.

Sikap lebih keras terhadap Tiongkok dan seruan bagi Jepang untuk memainkan peran keamanan yang lebih besar melalui poros Trump-Abe, bagaimanapun akan cocok dengan kebijakan "tegas" Abe yang termasuk memungkinkan militer untuk lebih bebas beroperasi di luar negeri.

Abe akan bertemu Trump di New York pada hari Kamis (17/11), sebelum menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik di Peru.

Trump mengharapkan Jepang untuk "memainkan peran yang lebih aktif di Asia", kata penasihat yang menolak untuk diidentifikasi tersebut.

Abe, tambah penasihat pria tersebut, "figur yang secara unik ditempatkan dengan tawaran kepemimpinan dalam aliansi".

Komandan tinggi Angkatan Laut AS mengatakan mereka menerima dengan senang hati patroli udara dan laut bersama militer Jepang di kawasan sengketa Laut China Selatan, di mana pembangunan pangkalan pulau di sana, telah memperluas pengaruh Beijing.

Tokyo telah menolak keras terhadap provokasi langsung dari tetangganya itu, dan memilih untuk membantu negara-negara yang memiliki sengketa wilayah dengan Tiongkok, seperti Filipina.

Trump pada 100 hari pertamanya, akan mengakhiri penyerapan anggaran yang diamanatkan "harus habis", termasuk memotong pengeluaran militer untuk mendanai pembuatan puluhan kapal perang baru, kata penasihat itu.

"Ini akan mengirim pesan pada Beijing sekaligus sekutu kami Jepang dan Korea Selatan serta negara-negara lain, bahwa AS berniat berada di (Asia) untuk waktu yang lama," katanya.

Pada Kamis nanti, tambah dia, Trump ingin menghilangkan segala kekhawatiran "tidak berdasar" yang mungkin dimiliki Abe dan menegaskan komitmen aliansi keamanannya untuk negara mereka.

"Ini akan menjadi pembicaran yang penuh hormat," tuturnya.

Potensi gesekan antara kedua negara, bagaimanapun ada akibat "berapa banyak Tokyo harus membayar untuk penyebaran pasukan AS di Jepang".

Jepang sendiri mengatakan dana yang disediakan, mencakup tiga perempat dari total biaya yang harus dikeluarkan, merupakan jumlah yang cukup.

"Kita menanggung beban untuk apa yang harus kita tanggung," kata Menteri Pertahanan Jepang Tomomi Inada pada Kyodo, Tokyo, Jumat.

Abe mengetahui sedikit tentang Trump, dan di New York kemungkinan dia ingin mulai membangun hubungan yang bisa menghasilkan pandangan umum mengenai dunia, kata orang dekat perdana menteri.

"Dia telah terbukti mampu bergaul dengan orang yang cukup tegang," katanya dilansir Reuters.

(R030)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2016