Tangerang (ANTARA News) - Aparat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Banten, telah menyiapkan 28 perahu karet untuk mengevakuasi korban banjir yang membutuhkan bantuan.

"Kami juga siaga 80 orang tim reaksi cepat dan 280 relawan yang tersebar pada lokasi rawan bencana," kata Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Agus Suryana di Tangerang, Jumat.

Agus mengatakan forum relawan sebanyak 250 orang juga telah siap membantu korban dan setiap kecamatan rawan bencana bahkan mereka terus memantau kondisi di lapangan.

Pernyataan tersebut terkait Pemkab Tangerang, saat ini dalam kondisi siaga 24 jam tanggap bencana, sehingga aparat terkait tidak boleh lenggah membantu korban.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan daerah ini rawan terhadap banjir, tanah longsor maupun angin puting beliung mengancam kapan saja.

Instansi terkait seperti BPBD, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA), Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinkesos) supaya siap setiap saat.

Apalagi saat ini musim hujan, longsor dapat saja terjadi, banjir juga mengancam beberapa kecamatan serta angin puting beliung.

Bahkan banjir setiap tahun menerjang rumah dan areal pertanian di Kecamatan Kresek, Pasar Kemis, Kelapa Dua, Cikupa, Panongan, Tigaraksa maupun Curug karena merupakan lokasi rawan.

Banjir melanda wilayah ini akibat meluapnya Sungai Cimanceuri, Cirarap, Cidurian maupun beberapa anak sungai lainnya.

Pemkab Tangerang telah melakukan koordinasi dengan aparat Polresta Tangerang, Kodim setempat maupun menyiapkan ratusan relawan.

Agus menambahkan pihaknya juga siaga dapur umum serta peralatan pendukung dalam evakuasi.

Padahal sebelumnya, Dinkes setempat mendirikan posko kesehatan di lokasi sekitar banjir Desa Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis untuk warga membutuhkan bantuan medis.

Namun mayoritas warga korban banjir terkena penyakit diare, kulit, flu dan inspeksi saluran pernafasan akut (Ispa).

Pewarta: Adityawarman
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2016