New York (ANTARA News) - Jenazah Partahi Mamora Hamoloan Lumbantoruan, korban tewas dalam penembakan membabi-buta di universitas Virginia Tech, Jumat pagi (Jumat malam WIB) diberangkatkan menuju Jakarta, kata Kepala Bidang Protokol dan Konsuler Teguh Wardoyo kepada ANTARA-New York. Jenazah diterbangkan menggunakan pesawat Singapore Airlines bernomor penerbangan SQ-21, yang berangkat dari bandar udara Newark-New Jersey pada pukul 23.00 waktu setempat dan dijadwalkan tiba di bandar udara Soekarno-Hatta hari Minggu (22/4) pukul 08.15 WIB. Jenazah dari bandar udara antarbangsa Newark di New Jersey hingga Soekarno-Hatta di Jakarta didampingi dua karyawan Kedutaanbesar Indonesia-Washington, yaitu Teguh Wardoyo serta Atase Pendidikan dan Kebudayaan Harris Iskandar. Teguh belum dapat memastikan berapa lama setiba di Jakarta, jenazah harus menjalani prosedur pengeluaran dan administrasi oleh pihak perusahaan penerbangan dan pejabat setempat. "Kami harapkan semua lancar, tidak ada hambatan. Dokumen telah kami siapkan semaksimal mungkin. Departemen Luar Negeri di Jakarta juga telah berkoordinasi untuk menyambut jenazah, termasuk pengadaan angkutan," katanya. Dari bandar udara Soekarno-Hatta, jenazah akan langsung dibawa ke rumah duka, yaitu di kompleks Mako Akabri No 8, Jatinegara Kaum, Jakarta Timur. Jenazah Partahi diberangkatkan dari rumah duka McCOy di Blacksburg, negara bagian Virginia, Jumat pukul 06.15 waktu setempat. Pemberangkatan itu disaksikan sejumlah pegawai Kedutaanbesar Indonesia, teman mendiang Partahi, serta warga Indonesia, yang menikah dengan warga negara Amerika Serikat. Menurut Pupung Purnawarman, salah satu sahabat Partahi, peti jenazah diberangkatkan tidak menggunakan ambulans serta tanpa pengawalan polisi. "Jenazahnya diangkut dengan mobil jenazah biasa, Chevrolet Blazer warna coklat. Tidak ada pengawalan polisi, tapi mobil jenazah itu di belakangnya didampingi mobil dari Kedutaanbesar Indonesia," kata Pupung. Perjalanan dari Blacksburg menuju bandar udara Newark di negara bagian New Jersey diperkirakan 10 jam.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2007