Perempuan berkulit hitam mengaku diusir dari toko Victoria's Secret

Apa yang terjadi di toko kami seharusnya tak terjadi dan tak merepresentasikan kami. Pihak yang terlibat dalam kejadian itu tak lagi bekerja di toko kami."
Jakarta (ANTARA News) - Seorang perempuan berkulit hitam bernama Kimberly Houzah mengakui dirinya dan perempuan berkulit hitam lainnya diminta meninggalkan toko Victoria's Secret di kawasan Alabama  hanya karena ia berkulit hitam.

Dalam sebuah video berdurasi sekitar 11 menit, Houzah menjelaskan, kejadian itu dimulai ketiga tiga orang perempuan Afrika-Amerika dituduh mengutil di toko yang terletak di Quintard Mall, Oxford. Atas kejadian itu, seseorang yang dikiranya manajer toko Victoria's Secret memintanya dan ketiga perempuan itu meninggalkan toko.

Dalam video itu terlihat pegawai toko tengah beradu pendapat dengan pembeli berkulit hitam lainnya.

"Saya tak merasa rasis, tetapi saya hanya berusaha memahami mengapa (hal ini terjadi), hanya karena kami tiga perempuan berkulit hiam di Victoria's Secret...," ujar Houzah dalam video itu.

Menanggapi keluhan itu, pihak Victoria's Secret melalui akun Facebook-nya meminta maaf pada Houzah dan perempuan berkuit hitam atas kejadian tersebut.

"Kami menanggapi keluhan dari pelanggan kami di Quintard Mall sangat serius dan secara langsung bertemu dengannya untuk meminta maaf," tulis mereka.

"Apa yang terjadi di toko kami seharusnya tak terjadi dan tak merepresentasikan kami. Pihak yang terlibat dalam kejadian itu tak lagi bekerja di toko kami," tulis mereka lagi.  

Houzah mengatakan tak pernah mendapatkan alasan si manajer toko mengapa bisa berpikir dia mencuri. Demikian seperti dilansir CNN.

Pewarta: Lia Wanadriani santosa
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar